Minggu, 06 Mei 2018

Untuk putra pertamaku, aid kecil

Kita bukan hanya pasangan tapi kini adalah orang tua
Tapi seringkali kita lupa akan makna dari titel orang tua yang kita emang
Ah, bukan kita tapi aku.
Kita masih bepergian seakan hanya berdua padahal kini kita bertiga.
Serasa masih berdua, seringkali diriku lalai menyiapkan pembekalan untuk kehadiran personil anggota keluarga kita.
Padahal bekal yang paling banyak adalah bekal untuk anggota baru kita ini, karena ia masih begitu sangat kecil.

Kitalah orang tua yang menyiapkan bekal terbaik untuk mereka.
Bentuk bekal bukan hanya untuk masa depan di dunia tapi juga bekal untuk akhiratnya.

Aku sering lupa menyiapkan pakaian ganti yang cukup untuknya, pelindung yang tebal untuknya, makanan yang bergizi untuknya..
Seringkali aku alpa, asal beli, asal kasih.
Ah terlebih lagi, tersering tujuan aku bukan karena Allah memberikan yang terbaik untuk anakku. Hanya untuk pujian manusia. Ah, betapa aku masih lemah sbg orang tua yang baik untukmu nak.

Untuk putra pertamaku di usiamu yang ke 9 bulan 7 hari.
Maafkan belum bisa jadi ibu yang baik untukmu.

Kamis, 22 Maret 2018

Smart Parents: Menyayangi Anak Sepenuh Hati

Penulis: Ida Nur Laila
Penerbit: Era Adicitra Intermedia
Tahun: 2016
Halaman: 188

Setiap orang tua ketika ditanya, sayangkah mereka kepada anaknya? Pasti semua akan menjawab sangat sayang. Namun, kenyataannya banyak orang tua yang salah mewujudkan bentuk kasih sayangnya kepada anak.

Bertanya-tanyalah kita dalam hati, apakah kita termasuk orang tua yang salah mewujudkan bentuk kasih sayang kita ke anak?

Di awal buku ini, kita diminta membayangkan jika kita berada di dunia raksasa atau memposisikan diri berjongkok diantara orang-orang yang sedang bejalan, bagaimana rasanya? Apa yang bisa kita lihat? Hanya punggung, perut atau bahkan hanya kaki yang terlihat. Bagaimana jika raksasa-raksasa itu tiba-tiba marah, menyeringai, membentak-bentak, membawa tongkat atau sapu?

Ya, tanpa sadar ketika diposisi orang tua, kita pernah melakukannya. Ketika anak di pagi hari tidak segera bangun, dimarahi. Setelah itu tidak segera shalat subuh, dimarahi. Tidak segera mandi atau mandi terlalu lama, dimarahi. Tidak mau menghabiskan sarapan, dimarahi. Lupa bikin PR, atau kaos kakinya cuma ketemu sebelah, dimarahi juga. Itu sudah lima kali memarahi baru di pagi hari. Apalagi ketika anak memecahkan atau merusak suatu barang kesayangan kita, tanpa sadar meledak amarah kita.

Ketika kesadaran hadir, kecerdasan apapun, intelektual, emosional, atau spritual, juga pasti hadir. Namun, ketika kita berada dalam posisi lelah, dalam kondisi banyak pikiran, banyak tekanan, seringkali membuat seseorang kehilangan kesadaran atau juga kehilangan kendali atas dirinya.
Dikutip dari buku ini mengenai upaya untuk tidak menjadi orang tua yang emosional, seorang teman berkomentar,
"Kalau pas inget, saya bisa menahan marah. Kalau pas nggak inget, ya marah lagi..."
Padahal sepertinya lebih banyak saat tidak ingat.

👪👪👪👪👪👪👪👪👪👪👪👪👪👪👪👪👪👪👪

Dikutip dari buku ini, beberapa prinsip dalam menyayangi anak:

1. Bunda, Sayangi Aku Apa Adanya.
Rahasia membentuk keutuhan pribadi seorang anak adalah 'penerimaan'. Orang tua harus menerima dan menyayangi anak tanpa memandang jenis kelamin dan wujud fisik sang anak.

2. Sajikan yang Terbaik
Ketika hendak bertemu orang penting, apa yang kita persiapkan untuk menemuinya? Jika kita menghadapi saat penting seperti presentasi bisnis, promosi jabatan, dan lain-lain, tentu kita menyiapkan terbaik dari diri kita.
Maka jadikanlah anak adalah hal terpenting dalam hidup. Tidak hanya sebatas materi.

3. Temani ia Bertumbuh dan Berkembang
Tumbuh dan berkembangnya membutuhkan urusan materi, ruhani, dan akal.
Contoh ketika kita menyiapkan makan, berdzikir dan berdoalah kita dengan penuh kegembiraan, cinta, dan pengharapan. Semoga Allah berkenan melunakkan hati anak kita untuk menyantap makanannya, dan menjadikan makanan tersebut makanan yang barakah untuk kesehatan dan amalannya.

👪👪👪👪👪👪👪👪👪👪👪👪👪👪👪👪👪👪👪

Lalu bagaimana caranya merealisasikan kasih sayang pada anak dengan bentuk yang menyenangkan? Karena tidak setiap orang tua dapat melakukannya begitu saja.

1. Anakku, Aku Temanmu!
Rasulullah mengatakan, "Barang siapa yang mempunyai anak, hendaklah ia bermain secara anak-anak dengannya."

2. Anak Belajar dari Sekolah Kehidupan
Anak belajar dari kehidupan sekitarnya, utamanya orang terdekatnya. Ada sifat imitatif (suka meniru) pada anak-anak yang bisa menjadi hal positif untuk mengembangkan keterampilannya.
"Ketika kita mengaku mencintai anak, jadikan suasana belajar bukan episode horor. Jadikan ia menjadi saat yang ditunggu-tunggu".

3. Belai Aku Bunda!
Sempatkan untuk menyentuh dan membelai anak setiap hari.

4. Berikan Arahan dan Nasihat.

5. Lakukan Dialog Hati.

6. Berikan selalu kata-kata terbaik

7. Menjadi teladan dan contoh yang baik

8. Berikan Hukuman Sayang
Di buku ini juga dibahas mengenai hukuman berbentuk kasih sayang. Kita seringkali mendengar hukuman malah menjadi trauma untuk anak. Jadi gimana baiknya memberi hukuman kepada anak?. Orang tua harus paham prinsip menghukum anak adalah sarana pendidikan bukan luapan kemarahan orang tua. Selain itu dijelaskan juga prinsip penting dalam pemberian hukuman pada anak, yaitu:
A. Menghukum sesuai tahapan usia anak
B. Menghukum sesuai bobot kesalahan
C. Tidak menghukum karena kesalahan anak lain
D. Aturan hukuman diterangkan pada anak
E. Menghukum tidak di depan orang lain

Minggu, 18 Maret 2018

Review Buku Rumah Main Anak

Judul Buku: Rumah Main Anak
Penulis : Julia Sarah Rangkuti
Tebal : 333 halaman

Dikutip dari Buku Rumah Main Anak, Ignacio Estrada mengatakan:

“If a child can’t learn the way we teach, maybe we shoud teach the way they learn“

Dan bagaimana cara anak-anak belajar? Ya, dengan bermain:)!

Ketika menjadi seorang ibu adalah sebuah fase hidup yang sangat berbeda, di fase kita sebagai ibu harus beradaptasi untuk diri sendiri namun kita harus segera berbuat untuk anak. Buku ini sangat membantu untuk para ibu menemani buah hatinya dalam setiap tahap perkembangannya karena dalam buku ini selain membahas ide-ide bermain bersama anak yang tentunya sebagai sarana stimulasi tumbuh kembang anak, terdapat juga tahapan perkembangan normal anak dari 0 bulan sampai 2 tahun.

Dalam setiap awal bab dibahas mengenai perkembangan normal tiap anak per 3 bulan, kemudian membahas permainan apa saja yang sudah dapat dilakukan oleh anak. Ide-ide permainannya sangat mudah diterapkan. Untuk bahan-bahan permainan merupakan bahan yang sudah tersedia di rumah, dan jikalau harus beli merupakan bahan yang mudah didapatkan. Cocok buat ibu-ibu yang ingin mencari ide kreatif bermain bersama anak namun ga pakai repot dan ga pakai mahal. Jika kita sudah membaca buku-buku montessori lainnya, jujur, beberapa bahan dasarnya membuat seorang ibu harus nambah daftar belanjaan dengan harga yang lumayan. Namun, jika belum kesampaian beli bahan montessori, bunda bisa baca buku ini sebagai bahan referensi lainnya bermain bersama buah hati.

Buku ini juga dilengkapi dengan bonus Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) yaitu sebuah instrumen yang digunaka untuk mengetahui perkembangan anak, apakah normal atau adanya keterlambatan.

Jadi ibu, tiap hari memikirkan masakan dan setumpuk kerjaan rumah tangga, sementara anak tidak mungkin kan kita diamkan? Atau kita hanya menyerah dengan memberikannya gadget? Hmm, itu pilihan setiap ibu. Namun alangkah lebih baiknya kita bisa memenuhi hak anak dengan menemani setiap tumbuh kembangnya, dengan memberikan permainan yang mengasah tumbuh kembangnya.

Sabtu, 10 Maret 2018

Emak Bekerja di Ranah Publik (Part 2)

Belajar di Institut Ibu Profesional semakin hari semakin meningkat. Bukan saja ilmunya yang meningkat tapi juga perenungan diri dan perencaan matang juga semakin meningkat makan waktunya. Tapi, tidak apa-apa yang penting pembenahan diri menjadi lebih baik. Sebenernya untuk mengerjakan Nice Home Work- nya alhamdulillah sudah terbayang. Ah, tapi merenungi materinya bisa sampai berhari-hari. Mojok sendiri di dalam gua terus.

Nice home work #7 ini juga sebenarnya sudah sangat terbayang apa yang akan dikerjakan. Tapi ternyata materinya lebih pas lagi nyentil banget ke diri ini. Membaca materinya pas banget setelah wawancara kerja di sebuah rumah sakit dan langsung dinyatakan diterima. Keinginan bekerja di ranah publik yang sudab lama, keinginan mengasah ilmu yang ingin ditekuni nyatanya tidak segampang itu setelah mempunyai anak. Selama ini suami dan keluarga selalu berkata "Coba   dulu, kalau keterima, ya baru dipikirin gimana-gimanany." Nyatanya tanpa persiapan matang, hanya mencoba, langsung diterima di sebuah rumah sakit besar. Kenyataannya ketika benar dibenturkan seperti itu, penyikapannya tidak segampang itu. Mulailah super galau anak sama siapa, walau sebelumnya sudah ada diskusi akan dititipkan di daycare atau cari pengasuh. Tapi kenyataannya tidak segampang itu, tidak semudah ucapannya. Termudah cari pengasuh karena pengasuh sudah stand by tidak perlu memikirkan siapa yang nganter dan jemput anak ke daycare , tidak bingung juga ketika harus dinas jaga malam. Tapi jika di pengasuh apakah nilai-nilai keilmuan dan segala macam ilmu parenting yang sudah aku terapkan ke anak, bisa diterapkan dengan baik oleh pengasuh. Mengingat beberapa materi parenting dimana bisa kita siasati dengan penyiapan kurikulum setiap harinya. Tapi apakah bisa sesuai keinginan saya? Kalau sesuai keinginan banget lebih baik ke daycare yang sudah dipercaya tapi nanti siapa yang antar jemput? Ini itu ternyata super bikin galau dan bingung.

Ibu lagi hanya berpesan "Jika itu memang baik untuk dunia dan akhiratmu, Maka Allah akan memudahkan urusanmu, urusan anak, suami." Membaca kembali materi minggu ini, membaca cerita-cerita teman ketika memilih bekerja. Rasanya makin galau. Rasanya terulang-ulang homework dari awal, apakah keilmuan yang ingin aku tekuni sudah benar. Sampai sekarang ini jujur masih PR diriku. Walaupun semua kelebihan, keinginan, kesukaan, keilmuan memang sesuai dengan hasil tes bakat, tapi anak gimana? Anakku adalah amanah yang Allah berikan, amanah yang aku berhari-hari berdoa untuk kehadirannya. Bagaimana aku akan pertanggung jawabkan amanah yang sudah Allah titipkan kepadaku?.

Tapi lagi, biarlah aku berikhtiar, dan berdoa, biar Allah saja yang memberikan keputusan terbaik.

| They plan, and Allah plans. Surely, Allah is the Best of Planners (QS 8:30) |

Kamis, 08 Maret 2018

Emak Bekerja di Ranah Publik (Part I)

🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Sebuah percakapan kecil antara ibu-ibu muda,

Ibu A: "Harusnya mulai kerja ketika anak masih 2 bulan dulu, jadi dia sudah terbiasa ditinggal. Kalau udah umur 12 bulan gini sudah ngerti dan maunya nempel mulu sama ibunya."

Ibu B: "Ah, malah pas masih 2 bulan dulu berat ninggalinnya. Masih kecil. Masih harus ASI eksklusif. Enakan itu pas sudah selesai ASI eksklusif 6 bulan, udah mulai makan."

Ibu C: "Wah malah umur 6 bulan itu umur nanggung. Sudah mulai mengerti tapi belum mau ditinggal. Masih takut sama orang baru kalau harus ditinggal sama pengasuh atau daycare. Aku kira enakan umur 12 bulan ke atas jadi udah bisa disuruh mengerti dan sudah bisa."

Ibu A: "Engaa.. Malahan karena udah ngerti jadinya susah ditinggal ibunya."

🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃

Sejatinya tidak ada waktu yang benar tepat ketika seorang ibu mulai kembali bekerja di ranah publik.

Ketika sudah memiliki anak rasanya sama. Mau mulai ketika anak usia 2 bulan, 6 bulan, 12 bulan, dan seterusnya. Rasa seorang ibu ketika pergi bekerja di ranah publik, rasanya sama. Rasa haru biru meninggalkan anak. Rasanya begitu berat meninggalkannya namun karya dan pengabdianmu ditunggu dan dibutuhkan banyak orang.

Ah. Memang pembahasan ibu bekerja di ranah publik atau domestik itu sangat panjang dan sangat tak mudah.

Minggu, 04 Maret 2018

Ibu Manajer Keluarga

Belajar di Institut Ibu Profesional membuat Aku selalu merefresh niatku, meluruskan tujuan hidupku. Dan selalu saja, Aku tersentil dengan pelajaran-pelajarannya. Ketika Aku membaca motivasi bekerja ibu sempat Aku harus masuk ke gua berhari-hari, merenung, berpikir ulang.

Aku merenungi kembali pekerjaanku di nice home work #1 sampai #6 . Apakah Aku bekerja, menjadi Dokter, adalah sebuah pelarianku karena ketidamampuan diriku menjadi ibu di keluargaku, di ranah domestikku?. Berhari-hari, Aku tidak membuka handphone, tidak ber media sosial. Setelah membaca materi minggu ini, Aku hanya memaksimalkan diri menjadi manajer keluargaku sembari meluruskan niatku, menemukan jawaban diriku.

Alhamdulillah walau belum menemukan titik terang, masih ragu dan bingung, namun Aku bisa meluruskan tujuanku. Aku bekerja sebagai dokter bukan untuk pelarianku, Aku menjadi dokter untuk keluargaku, untuk Ibuku. Ketika Aku memilih menjadi dokter, aku tidak hanya sudah selesai namun juga sudah selesai dengan maksimal untuk keluargaku, ranah domestikku. Walau titik terang yang Aku temukan baru sampai disitu. Tapi Aku sangat bersyukur.

Rabu, 14 Februari 2018

Suntikan Semangat dan Niat #JumatKulwapODOP

Aku mengikuti group one Day one post (ODOP) awalnya ingin membiasakan kembali curhat lewat tulisan apalagi sejak punya anak. Cuma benar-benar pengen bisa tetap waras jadi ibu. Tiap minggu mencoba mencicil menulis sedikit demi sedikit, yang awalnya berat jadi asyik, yang awalnya cuma curhat malah jadi bisa menemukan hikmah dari setiap kejadian yang dialami. Bergabung di group ini akhirnya jadi hal yang 'nagih' buat aku konsisten menulis, jadi saranaku buat menulis lebih baik lagi, jadi wadahku buat niat nulis bukan cuma curhat tapi bisa berbagi informasi dan pengalaman.

Ketika akhirnya bergabung di group whatsapp nyatanya group ini bukan cuma bikin 'nagih' tapi jadi 'candu' ke diri saya agar lebih baik lagi, karena selain belajar konsisten menulis, aku belajar juga konsisten membaca di thread rabu baca buku.

Tapi kali ini rasanya ada sentilan keras pas ikut jumat kulwap minggu ini oleh Mba Monik. Teringat kembali impian untuk sekolah lagi, impian yang hampir berdebu tak pernah terlintas di fikiran ketika sudah memiliki anak. Jujur memang belum pernah baca bukunya mba monik, Groningen Mom's Journal, namun merasakan sebuah semangat perjuangan untuk sekolah lagi sebagai seorang ibu, perjuangan seorang ibu untuk berbagi kisah dan pengalamannya, perjuangan seorang ibu menuliskan ceritanya kemudian membukukannya, sebuah perjuangan memenej waktu, berbagi peran sebagai penulis yang ingin berbagi, ibu, istri, dan siswa.

Ada sebuah pelajaran yang aku ambil yaitu tentang keinginan berbagi, berdakwah dengan media apapun, tentang tujuan menulis dan membukukan tulisannya.
Insyaallah jika niat kita baik, niat kita lurus, Allah yang akan memudahkan jalannya. Baik dalam menulis, menerbitkan buku, dan bersekolah lagi. Terimakasih Mba Monik suntikan semangat, bekas suntikannya terasa banget. 💓💓

| Dari Amirul Mukminin Abu Hafsh, Umar bin Al-Khathab radhiyallahu 'anhu, ia berkata : “Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Segala amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai niatnya..................... |

#JumatKulwapODOP

Bedah Buku Diary Pintar Menyusui dan MPASI (Part 1)

Ketika anak telah hadir, kita sebagai orang tua sangat banyak butuh persiapan, terutama persiapan ilmu. Buku ini reccomended sebagai bahan rujukan buat para ibu dan calon ibu untuk belajar mengenai asi dan mpasi. Buku ini terdiri dari dua bab, bab pertama mengenai menyusui dan bab kedua mengenai MPASI (Makanan pendamping asi). Cocok banget buat ibu-ibu baru jaman now (😅😂) yang banyak sekali terpaan perlengkapan bayi yang kita ga tau sebenarnya kita butuhkan atau tidak.

Di bab pertama membahas asi eksklusif yaitu memberikan HANYA ASI kepada kepada bayi, tanpa makanan dan minum lain sampai 6 bulan pertama kehidupan bayi. Di buku juga diajarkan cara menyusui yang baik dan benar. Jangan buru-buru berikan susu formula ketika anak lahir, sementara asi belum keluar. Sejatinya bayi baru lahir masih memiliki cadangan gula dari ibunya sehingga kita sebagai ibu masih harus mengusahakan asi keluar dalam waktu 3 hari. Oiya, yang keluar di awal adalah kolostrum (cairan bewarna jernih) jika sudah 4 hari barulah keluar asi matur bewarna putih susu.

Di buku ini juga dibahas nutrisi untuk ibu menyusui, dibalik banyaknya "kata orang" ibu menyusui cuma boleh makan ini, makan itu tidak boleh, dll. Nyatanya ibu menyusui harus mendapat gizi seimbang terdiri dari 3 gizi zat utama yaitu:
1. Zat tenaga (karbohidrat, lemak)
2. Zat pembangun (protein)
3. Zat pengatur (vitamin, mineral)

Ketika menyusui salah satu hal terpenting lainnya yaitu let down reflex (LDR)/reflex oksitosin, sesuai namanya oksitosin sangat dipengaruhi oleh emosional si ibu menyusui, LDR berguna untuk mengalirkan asi terutama lemak asi. Jadi penting banget menjaga moodnya ibu menyusui ya ibu bapak.. Jaga perasaannya.. (Apalagi pas lagi berkunjung berkomentar ini itu negatif *banyak busui yang curhat begitu soalnya).. Buat ibu-ibu ketika menyusui buang jauh emosi negatif ya (Rasa sakit, kurang percaya diri, sedih, khawatir). Salah satu yang sering bikin rasa sakit karena posisi menyusui yanh belum tepat.

Ketika selesai menyusui penting kita lakukan sendawa (ada gambarnya di buku😅). Terus gimana ya kita bisa tahu asinya cukup bayi? Salah satu indikatornya adalah BAK minimal 6x/24 jam, bewarna jernih atau kuning muda.

Oiya di buku juga ada pembahasan mengenai cara memperbanyak asi, solusi untuk tetep memberikan ASI pada ibu bekerja, dan mitos menyusui sambil hamil lagi.

Bukunya padat, memang benar poin penting aja. Membahas banyak kegalauan ibu baru kala mau menyusui anaknya. Sampai mitos tentang tetap menyusui ketika hamil lagi. Jadi klo mau ngereview banyak banget 😅

Jumat, 09 Februari 2018

Bakat dan surat cinta

Minggu ini kembali mendapat PR yang mengejutkan dari kelas matrikulasi IIP.  Senang rasanya karena ditiap minggu pr tersebut membuat kita lebih mendalami diri kita, pasangan kita, dan keluarga kita. Dan PR tersebut kembali meluruskan tujuan hidupku, visi misi keluargaku, seperti PR minggu ini.

Diawali dengan membuat surat cinta untuk suami. Naah pas banget hari itu kita lagi berantem anak kecil (😅😌).   Rasanya buat bikin surat cinta itu lagi ogah banget (padahal kesehariannya istrinya suka usil ngegombal). Tapi PR kali ini rasanya berat banget karena lagi diem-dieman. Berkali-kali ngulang isi percakapan group matrikulasi biar menyadarkan diri, agar ego diri bisa menguap. Akhirnya sadar juga sepertinya kami sudah terlalu sibuk dengan pekerjaan kami, dengan target dan pencapaian hidup kami, yang sangat 'dunia'. Apalagi kami yang orang tua baru butuh waktu banyak belajar membesarkan anak kami. Aku tersadar kembali, ah, kami lebih tepatnya aku sebagian ibu dan istri sudah terlalu lupa visi misi awal keluarga kami.

Kemudian aku mencoba membuat nice Homewark itu. Pas suami pulang kerja, aku selipkan di handphone nya. Suami cuma menanggapi "ini apaan say kamu selipin di hp aku?", "baca saja" jawabku (ceritanya masih sisa ngambek kemarin 😅🙈). Besok paginya lantaran kita lagi fokus dengan 'kita mau apa, mau kerja seperti apa (salah satu pencetus bertengkar kemarin), akhirnya nyuruh suami ngisi temubakat.com abis ngisi itu, kita diskusi sama-sama. Walaupun udah bisa duga bakat terbesar suami. Kita berlanjut diskusi berdasarkan tes, mencoba mereview surat kemarin ke pak suami (karena berhubung isi suratnya ada tentang kelebihan bakat suami sampai kita dipersatukan dalam sebuah keluarga), visi misi keluarga kita yang mulai berdebu terlupa.

Pagi ini kami berdiskusi tentang potensi kami, diskusi hasil dari temubakat.com dengan baiknya bekerja di ranah seperti apa, Diskusi visi misi kami yang tak segampang itu nyatanya setelah beneran punya anak (😅). Bakat suami terbesar itu di networking sementara saya pada melayani dan memberi, sesuai banget sama profesi yang kami jalani alhamdulillah. Ah tapi terlepas dari kesesuaian bakat dengan profesi kehidupan di dunia kami, ada yang lebih dalam maknanya. Kebersamaan kami dalam ikatan, mitsaqaan ghaliza. Terlepas dari kekurangan dan kelebihan yang ada didiri kami, kebersamaan kami seperti prinsip kerja enzim dan substratnya, key and lock, cocok-pas-lengkap, dan hasil keterikatan itu bermanfaat  untuk seluruh tubuh. Kebersamaan kami membuat kami bisa saling berbagi ilmu ketika diantara kami ada yang belum tahu, pengingat kebaikan diantara kami, sarana belajar kami menjadi pribadi lebih baik lagi, wadah kesyukuran kami.

Kami dikarunia seorang anak laki-laki yang baru lewat 6 bulan setelah setengah tahun lebih kami menanti. Penantian menunggu anak ternyata masih juga rasa sabar diri ini ketika menghadapinya. Kehadiran anak kami, membuat kami belajar banyak hal, sebagai pribadi dan sebagai orang tua. Terutama pelajaran besar untuk diriku agar bisa semakin luas sabar dan syukurnya. Kehadiran anak pun membuat kita semakin memuliakan orang tua kita, karena realitanya pasti penuh perjuangan orang tua kami membesarkan kami. Hal terbesar yang aku perhatikan sebagai ibu adalah ketertarikan yang luar biasa anakku terhadap buku, mau buku pelajaran, novel, Al-Qur’an (belum melihat ketertarikan yang lebih besar selain ini), karena di kedua keluarga besar aku dan suami, keduanya sangat suka baca buku.

Alhamdulillah aku berada di lingkungan berislam sangat baik, kedua keluarga yang cukup kental keislamannya, lingkungan yang sudah terkondisikan dengan islam yang cukup kuat, sehingga kami sekeluarga sangat bisa berislam dengan baik, mencari ilmu agama dengan mudah.

Sebuah kesyukuran tak terhingga dapat bersama suami, anak, dan keluarga serta lingkungan berislam yang sangat bagus, sehingga aku bisa tetap berada di kereta kebaikan, berlomba menambah ketaatan teruntuk Rabbku, Yang Maha Pencipta.

Sabtu, 27 Januari 2018

Mencintai sebuah ilmu

Ibu hanya berpesan "berdoalah nak, luruskan niatmu, karena jika itu baik untuk dirimu, duniamu, dan akhiratmu, Allah akan memudahkan urusanmu"

Setiap pilihan yang akan aku ambil, selalu ibu berpesan seperti itu termasuk ketika aku memilih menggambil kuliah jurusan kedokteran, jurasan yang aku cintai dan ingin terus aku tekuni, ingin terus dipelajari. Life long learning selalu menjadi prinsip ketika kamu menjadi dokter, belajar sepanjang hayat.

Aku menyukainya, jatuh cinta pada ilmunya. Awal mencintainya karena alasan demi keluarga, demi membantu banyak orang, nyatanya setelah tercebur di dalamnya, ada banyak hal yang aku ketahui, menjadi alasan betapa kita semestinya banyak bersyukur. Aku begitu terkaget dengan betapa luas ciptaan-Nya, betapa hebat kuasa-Nya, betapa tak perlu jauh kita mencari bukti hebatnya penciptaan Allah SWT ke luar sana, karena pada diri kita, sudah membuktikan betapa Allah Maha Pencipta, Maha Penguasa. Betapa ada proses kompleks dan detail pada setiap denyutan jantung kita, ada banyak kesyukuran pada penglihatan dan pendengaran kita. Ah, semuanya membuat aku makin mencintai ilmu kesehatan, karena semakin bertambah cintaku pada Rabbku.

Tapi kamu tahu? Menjadi dokter tak semudah itu. Aku mencoba berkali. Sampai ibu berpesan "berdoalah nak, luruskan niatmu, karena jika itu baik untuk dirimu, duniamu, dan akhiratmu, Allah akan memudahkan urusanmu". Ketika aku meluruskan niatku, untuk mendekat kepada Rabbku, ketika itu aku diterima di fakultas kedokteran. Kamu tahu tips jalani ujian ala teman-temanku mahasiswa kedokteran? Yaitu meminta doa kepada orang tua, meminta maaf pada orang tua, teman, guru. Saling berdiskusi, saling memberikan dan merima ilmu serta pendapat teman adalah strategi selanjutnya. Luruskan niatmu, tanamkan ikhlasmu, meminta doa pada orang tua, teman, dan guru, saling memberi dan menerima ilmu dengan hati terbuka.

Mempelajari sebuah ilmu tentu tak luput dari proses yang panjang, yang pertama kali dan selalu harus kuubah adalah niat. Kadang niat suka melenceng, sehingga berkali-kali aku harus meluruskan niatku dalam belajar sebuah ilmu. Proses belajarpun kita perlu melapangkan diri kita, melapangkan dada kita dalam belajar, melapangkan syukur kita karena masih banyak hal yang ga kamu ketahui, melapangkan diri kita kalau kita tuh masih belum ada apa-apa dibanding ilmu yang luas banget. Belajar itu juga butuh ridho, restu, keikhlasan engga cuma dari diri kita, tapi dari orang terdekat kita, pasangan kita, orang tua kita (orang tua sendiri plus mertua kalau sudah menikah), bahkan ridhonya guru kita yang sudah mengajarkan ilmu ke kita.

Jadi dalam belajar cintailah ilmu yang ingin kamu pelajari.. Luruskan selalu niatmu.. Semoga Allah membukakan hati dan fikiranmu dalam belajar sebuah ilmu.. Semoga kita mendapatkan keberkahannya dalam memperlajari sebuah ilmu 😊.

#NHW #1
#Day # 1
#Kuliah Matrikulasi Batch # 5
#Adab Menuntut Ilmu

Senin, 22 Januari 2018

Difteri apa ya?

Difteri merupakan salah satu jenis penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae. Penyakit ini menyerang infeksi selaput lendir tenggorokan serta hidung. Selain itu, bakteri tersebut menghasilkan eksotoksin yang mampu menganggu kerja jantung.

Penyebab :

Difteri disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae. Penyebaran bakteri ini dapat terjadi dengan mudah, terutama bagi orang yang tidak mendapatkan vaksin difteri. Ada sejumlah cara penularan yang perlu diwaspadai, seperti:

1. Terhirup percikan ludah penderita di udara saat penderita bersin atau batuk --> Ini merupakan cara penularan difteri yang paling umum.
2. Terkena barang yang sudah terkontaminasi oleh bakteri, contohnya mainan atau handuk.
3. Sentuhan pada luka borok (ulkus) akibat difteri di kulit penderita --> Penularan ini umumnya terjadi pada penderita yang tinggal di lingkungan yang padat penduduk dan kebersihannya tidak terjaga.

Gejala:

1. Demam
2. Nyeri kepala
3. Nafsu makan menurun
4. Nyeri saat menelan
5. Tonsil terlihat tertutup bercak putih kotor makin lama makin meluas dengan membentuk membran yang dapat meluas ke faring dan laring sehingga dapat menyumbat saluran nafas. Membran ini sangat melekat dengan dasarnya, apabila di kelupas maka akan berdarah
6. Kelenjar getah bening dapat membengkak (Bull Neck sign atau Burgermeesters hals)
7. Menyerang saraf kranial, menyebabkan kelumpuhkan otot pernafasan, jantung.

☝Karena gejala awal dari difteri yang mirip dengan gejala flu, maka kebanyakan orang tak menyadari bahwa kondisi yang sedang dialami adalah difteri. Namun pada penderita difteri, ia juga akan berkemungkinan mengalami yang namanya gangguan pada kulit seperti bisul yang tidak ada pada gejala flu🙋

Diagnosis dan Pengobatan Difteri :

Untuk menegakkan diagnosis difteri, awalnya dokter akan menanyakan beberapa hal seputar gejala yang dialami pasien. Dokter juga dapat mengambil sampel dari lendir di tenggorokan, hidung, atau ulkus di kulit untuk diperiksa di laboratorium.

Apabila seseorang diduga kuat tertular difteri, dokter akan segera memulai pengobatan, bahkan sebelum ada hasil laboratorium. Dokter akan menganjurkannya untuk menjalani perawatan dalam ruang isolasi di rumah sakit. Lalu langkah pengobatan akan dilakukan dengan 2 jenis obat, yaitu antibiotik dan antitoksin.

Komplikasi Difteri

Pengobatan difteri harus segera dilakukan untuk mencegah penyebaran sekaligus komplikasi yang serius, terutama pada penderita anak-anak. Diperkirakan 1 dari 5 penderita balita dan lansia di atas 40 tahun meninggal dunia akibat komplikasi difteri.

Jika tidak diobati dengan cepat dan tepat, toksin dari bakteri difteri dapat memicu beberapa komplikasi yang berpotensi mengancam jiwa. 

Jumat, 19 Januari 2018

Berkata dan Berdoa yang Baik Kepada Anak

Seorang pemuda baik berniat ingin merantau ke kota, mencari pekerjaan yang lebih menjanjikan, agar keluarganya memiliki kehidupan yang lebih baik. Kemudian ia meminta izin kepada ayahnya untuk pergi. Namun, sang ayah tak mengizinkan, si pemuda tetap memaksa untuk pergi. Hari kepergian sudah diputuskan, segala persiapannya ke kota telah siap, gembalaannya pun telah dititipkan ke temannya. Pemuda tetap memaksa pergi tanpa izin ayahnya. Ayahnya merupakan orang yang sholeh. Kemudian ayahnya berdoa agar anaknya diberi pelajaran karena ayahnya tak mengikhlaskan kepergiannya.

Di perjalanan, sang pemuda tiba-tiba tidak dapat melihat apapun. Sesampainya di rumah saudara mereka, sang pemuda berkata, "sebelum ini saya bisa melihat, mumpuni untuk menjadi pekerja terbaik kesini. Namun sekarang aku buta sehingga aku tidak bisa berbuat apapun." keluarga pemuda akhirnya membawanya kembali pulang ke desa. Betapa kaget dan sedih sang ayah melihat keadaan anaknya. Anaknya kita tidak bisa bekerja membantu keluarga mereka.
(📝dari buku semua ada saatnya)

Dalam buku tersebut diambil hikmah bahwa orang tua janganlah mendoakan yang buruk kepada anak. Terlepas dari sang anak telah berbuat kesalahan. Kita sebagai orang tua tetap harus menjaga doa dan ucapan kita.

Terlalu banyak kisah tentang doa dan ucapan orang tua yang sangat berpengaruh kepada anaknya. Terdapat juga kisah yang sangat manis tentang Imam Sudais (salah satu imam masjidil haram) ketika masih kecil, beliau pernah menumpahkan dan mengacak-acak makanan yg telah dipersiapkan ibunya untuk para tamu. Namun, sang ibu mengubah rasa kesal dan marahnya pada Sudais kecil dgn doa, "pergilah ke masjidil haram, hapalkan alquran, dan jadilah imam masjidil haram". Dan, doa itupun dikabulkan.. 😊

Maka duhai ayah bunda, doakan dan katakan selalu hal-hal terbaik untuk anakmu. Sekalipun, sekalipun ia sangat menjengkelkanmu, sekalipun kamu sangat kesal. Karena sejatinya ia hanya sedang belajar.
Katakanlah yang baik, doakan yang baik.

Pun nama dan panggilan yang baik harus disertakan.
“Sesungguhnya diantara kewajiban orangtua terhadap anaknya adalah mengajarinya menulis, memberikan nama yang baik, dan menikahkannya bila telah dewasa.” (HR. Ibnu Najar)

Acapkali kita sudah memberikan nama terbaik, namun terkadang kita mengeluarkan perkataan atau panggilan yang tidak baik atau men judge yang tidak baik, contoh: "wah malas ini anaknya", "kolokan anaknya" dll kenapa tidak kita ubah dengan kata positif dan penyemangat untuk anak.

Salah satu kisah menginspirasi adalah kisah Thomas Alfa Edison, ketika masih kecil sepulang sekolah ia memberikan sepucuk surat kepada ibunya, kemudian sang ibu dengan berlinang air mata membacakan isi surat itu di hadapan sang Putra, “Putra anda adalah anak yang jenius, sekolah ini terlalu kecil dan tidak memiliki guru yang cakap. Jadi anda harus mendidiknya sendiri.” itulah perkataan positif penyemangat untuk sang anak dari ibunya karena sebenernya isi surat tersebut berbunyi, “Putra anda adalah anak yang bodoh, kami tidak mengijinkannya untuk bersekolah disini lagi.”

Maka berkatalah yang baik, panggil ia dengan panggilan terbaik, doakan ia selalu dalam kebaikan😊.

Selasa, 09 Januari 2018

Bukankah Allah yang Memberi Rezeki Anakmu Jadi Tenang Saja.

Sepasang suami istri dengan anak yang masih bayi memiliki sebuah kisah.

Di suatu bulan dimana pengeluaran begitu banyak, dan waktu gajian sang suami pun masih sangat lama. Bulan itu merupakan bulan yang berat bagi sang istri. Berat untuk fikir dan jiwanya.

Selama perjalanan menikah, berat suaminya tak bertambah signifikan, masih kurus-kurus wae. Sang istri yang masih menyusui bayinya merasa harus mengalah untuk suaminya (agar diakui orang-orang), istri berhasil mengurus suami dengan menggemukkannya. Tapi sungguh berat bagi sang istri ketika menyadari asi untuk anaknya semakin semakin berkurang, padahal bayinya semakin besar dan membutuhkan lebih banyak gizi. Itu hal yang memberatkan sang istri. Sementara uang untuk membeli protein lebih banyak dari biasanya tidak ada. Ah jangankan protein, untuk setidaknya agar bisa memasak di dapur pun tak bisa di keluarga itu.
Kedua keluarga orang tua mereka pun sedang banyak pengeluaran sehingga masak tidak terlalu banyak. Alhasil pasangan suami istri lebih sering makan 1 lauk, 1 piring berdua (kata orang si romantis, padahal karena keuangan menipis). Disitulah berat bagi sang istri untuk mengalah kepada suaminya atau harus makan lebih banyak untuk anaknya. Sang istri memilih suaminya.

Di bulan itu merupakan bulan yang panjang dan berat bagi sang istri. Ketika malam, sang anak menyusu banyak, asi tak banyak keluar. Untuk mencukupinya, di malam sampai pagi buta sang istri lebih sering minum dan menyemil madu dan kurma. Sebagai glukosa yang menunda rasa lapar, tapi tak kenyang, apalagi mencukupi asi, pikir sang istri.

Di bulan itu merupakan malam yang panjang bagi sang istri, ketika anaknya lapar, ia harus makan untuk mencukupi asinya, namun berkali-kali ia membuka lemari penyimpanan makanan, tak ada apa-apa.

Sampai semuanya begitu berat. Anaknya yang meminta menyusu padahal diri sang istri juga begitu lapar, dan sang suami juga tidur mungkin dalam keadaan masih lapar. Sang istri sangat merasa jika sudah beberapa hari ini asinya tak banyak, sangat terasa kosong, bismillah ia kembali mencoba menyusui anaknya dan walau rasanya tak ada yang keluar namun ketika melihat dari mulut bayinya keluar tetesan asi, sang ibu tersadar, bukankah Allah yang akan mencukupi asi untuk anaknya? Mencukupi makanan anaknya? Bukankah Allah sudah menentukan rezeki tiap manusia? Begitupun rezeki untuk suaminya. Mengapa engkau begitu khawatir pikir sang istri.

"Tidak ada satupun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi ini, melainkan dijamin Allah rezekinya." (QS Hud:6)

Ya, kita semua pasti pernah mengalami masa-masa sulit. Pernah mengalami rasa sempit rezeki seperti yang dialami keluarga kecil itu. Namun percayalah, Allah sudah menetapkan rezekinya. Bersabar, bertawakal, dan teruslah berusaha. Dekati Yang Maha Pemberi Rezeki, mintalah, berdoalah.

Kamis, 28 Desember 2017

Mengajak bayi berenang

Ingin mengajak bayimu berenang? Eittss jangan asal diajak tanpa tahu dasar teorinya.. Suer deh! (jangan kaya saya yang asal akhirnya kacau).

Berenang merupakan hal yang menyenangkan bagi si kecil dan ternyata bermanfaat bagi si Kecil. Menurut penelitian, bayi yang diajari berenang memiliki keseimbangan tubuh dan daya memegang lebih baik.

Awalnya tanpa persiapanpun, baby 4 bulan itu lumayan menikmati berenang (di puncak loh😰), habis setiap mandi sangat happy, akhirnya kita ajak berenang aja walau ya cuma bentar karena takut kedinginan. Ternyata setelah kedua kalinya ngajak baby barenang tanpa persiapan itu gagal total. Baru deh mamak baru sotoy penuh kekurangan ini cari ilmu (duh).

Berikut beberapa hal penting yang harus diketahui dan dipersiapkan sebelum ajak anak berenang:

1. Perhatikan kondisi tubuh anak kita

Hal utama yang harus diperhatikan sebelum memutuskan untuk berenang adalah kondisi anak kita,   pastikan bahwa bayi dalam keadaan fit, sehat untuk melakukan aktifitas. Pastikan anak dalam keadaan nyaman, tidak juga dalam kondisi kelelahan karena sebelumnya sudab banyak bermain.

Selain itu, anak harus sudah makan, minum atau menyusu setidaknya 1 jam sebelum berenang, hindari aktivitas yang mengambil waktu tidur siangnya, karena justru akan berdampak pada kondisi tubuhnya.

2. Pastikan Kondisi Kolam Aman

Sebelum memulai kegiatan berenang, kita harus terlebih dulu harus memastikan kondisi kolam yang akan digunakan. Pastikan kondisi air tidak terlalu dingin bagi bayi (dianjurkan sekitar 32 derajat celcius), dan ketinggian kolam renang tidak membahayakan bayi kita, pastikan kedalaman tidak berbahaya bagi bayi kita.

Kolam renang biasanya mengandung klorin, selain mengiritasi kulit bayi, klorin membuat perih mata bayi kita, berdasarkan American Chemistry Council  pemakaian klorin agar tidak menjadi polutan antara 2,0-4,0 ppm (parts per million), ada beberapa sumber lain mengatakan bisa antara 6,0- 8,0 ppm, jadi pastikan ini ya mom, kita bisa tanyakan kepada pengelola kolam renang.

3. Perlu Menyiapkan Pelindung

Ketika berenang, kita perlu menyiapkan perlindungan  mulai dari baju renang yang nyaman, perlindungan untuk kulitnya dan perlindungan ketika berada di kolam renang. Kita juga perlu menyiapkan dan mengawasi anak kita, jangan kita asik sendiri berenang 😅.

4. Perlahan dan Bertahap

Mengajak bayi berenang bukan berarti kita langsung membawanya masuk ke dalam kolam, namun mulailah dengan bermain air di pinggir kolam atau bisa dengan melihat mengamati terlebih dahulu. Kemudian, saat Si Kecil sudah terlihat nyaman, cobalah ajak untuk memasuki kolam. 

Kamis, 14 Desember 2017

Penyebab Bayi Menangis

Sering kali kita sebagai orang tua, terutama a new parents (like me😣), bertanya-tanya mengapa bayi kita masih saja menangis, padahal berbagai macam penyebab ia menangis sudah kita tangani.

Berikut beberapa alasan mengapa bayi menangis dikutip dari www.BabyCenter.com :

1. Kelaparan

Ini mungkin hal pertama yang kita pikirkan saat bayi menangis. Belajar mengenali tanda-tanda kelaparan akan membantu kita mulai memberi makan bayi sebelum tahap tangis. Beberapa tanda kelaparan yang harus diperhatikan pada bayi yang baru lahir termasuk rewel, bibir pucat, rooting (refleks bayi baru lahir yang membuat bayi menoleh ke tangan kita saat kita menekan pipi mereka), dan meletakkan tangan mereka ke mulut mereka (silahkan lihat digambar yang dilampirkan).

2. Masalah perut (kolik dan gas)

Masalah perut yang terkait dengan gas atau kolik bisa menyebabkan banyak tangisan. Kondisi kolik biasanya digambarkan sebagai tangisan yang sulit dihentikan setidaknya tiga jam sehari, setidaknya tiga hari dalam seminggu, setidaknya tiga minggu berturut-turut.

Untuk bantuan lebih lanjut, pelajari strategi yang bermanfaat untuk menenangkan bayi yang kolik. Jika bayi kita sering menangis dan menangis tepat setelah diberi makan, dia mungkin memiliki semacam sakit perut. Jika kita mencurigai adanya gas di perut, coba taruh dia, pegang kakinya, dan gerakkan kakinya dengan gerakan bersepeda yang lembut.

3. Perlu bersendawa

Menyendawakan bayi setelah makan tidak wajib. Tapi jika bayi kita menangis setelah diberi makan, mungkin menyendawa hal yang dia butuhkan. Ketika selesai menyusui, terkadang bisa menyebabkan ketidaknyamanan pada bayi jika udara tidak dilepaskan. Beberapa bayi sangat terganggu dengan memiliki udara di perut mereka, sementara yang lain sepertinya tidak bersendawa tidak masalah.

4. Popok kotor

Beberapa bayi segera memberitahu kita saat mereka merasa ada perubahan didekat mereka.

5. Butuh tidur

Sepertinya bayi yang lelah bisa tidur, kapanpun dan dimana saja. Tapi sebenernya hal itu lebih sulit bagi mereka daripada yang mungkin kita sadari. Alih-alih memejamkan mata dengan mudah, bayi mungkin ribut dan menangis - terutama saat mereka kelelahan.

6. Ingin dipeluk atau digendong

Bayi butuh banyak dipeluk. Mereka suka melihat wajah orang tua mereka, mendengar suara mereka, dan mendengarkan detak jantung mereka, dan bahkan bisa mendeteksi bau unik mereka. Menangis bisa jadi cara mereka meminta untuk dipeluk dekat.

Kitamungkin bertanya-tanya apakah hal ini akan memanjakan bayi kita dengan menggendongnya begitu banyak, tapi selama  tahun pertama kehidupan, bayi sebaiknya lebih sering dipeluk untuk memberikan rasa aman dan nyaman di dunia barunya.

7. Terlalu dingin atau terlalu panas

Jika bayi kita merasa kedinginan, seperti saat kita melepas pakaiannya untuk mengganti popok atau membersihkan bagian bawahnya dengan lap dingin, dia mungkin akan memprotes dengan menangis. Bayi yang baru lahir suka dibungkus dan tetap hangat - tapi tidak terlalu hangat. Bayi cenderung tidak mengeluh karena terlalu panas daripada terlalu dingin, dan mereka tidak akan menangisinya dengan keras.

8. Sesuatu yang menyakitkan dan sulit diperhatikan

Bayi bisa terganggu oleh sesuatu yang sulit dikenali seperti saat disekitar jarinya dibungkus erat. Beberapa bayi juga ekstra sensitif terhadap hal-hal seperti label pakaian atau kain gatal. Dan mereka bisa sangat pemilih (bisa dimengerti) tentang seluk beluk mulai dari posisi mereka, hingga botol yang kita tawarkan.

9. Sakit gigi

Tumbuh gigi bisa menyakitkan karena setiap gigi baru mendorong melalui gusi muda yang lembut. Beberapa bayi menderita lebih banyak daripada yang lain, tapi semua mungkin rewel dan menangis karena tumbuh gigi. Jika bayi kita tampak sakit dan kita tidak yakin mengapa, coba rasakan gusi dengan jari kita. Kita mungkin akan terkejut menemukan bekas gigitan gigi bayi yang sedang tumbuh. (Rata-rata, gigi pertama menerobos antara 4 dan 7 bulan, tapi bisa terjadi lebih awal.)

10. Kelebihan stimulasi

Bayi belajar dari rangsangan dunia di sekitar mereka, tapi terkadang mereka memiliki waktu yang sulit untuk mengolahnya - lampu, kebisingan, diteruskan dari tangan ke tangan. Menangis bisa menjadi cara bayi untuk mengatakan, "Sudah cukup." Jika bayi merasa tidak nyaman atau tidak menyukai sesuatu, coba ke tempat yang sepi dan membiarkan bayi meluangkan waktu sejenak.

11. Ingin lebih banyak stimulasi

Naah bisa jadi juga, seorang bayi menginginkan stimulasi yang lebih, "menuntut" agar bisa bersikap ramah dan bersemangat untuk melihat dunia. Dan seringkali satu-satunya cara untuk menghentikan tangisan dan rewel adalah tetap aktif. Ini bisa melelahkan untuk kita! Coba kenalkan bayi kita dengan menggendongnya menghadap ke depan sehingga dia bisa melihat semua aktivitas di sekitarnya. Rencanakan banyak kegiatan. Nongkrong dengan orang tua lain dengan bayi. Pergilah pada acara reguler ke tempat yang ramah anak-anak, seperti taman bermain lokal, museum anak-anak, atau kebun binatang.

12. Tidak enak badan

Jika kita telah memenuhi semua kebutuhan dasar bayi kita dan menghiburnya dan dia masih menangis, bisa jadi dia merasa ada sesuatu yang kurang nyaman di dirinya. Kita mungkin ingin memeriksa suhu tubuhnya untuk menyingkirkan demam dan waspada terhadap tanda-tanda penyakit lainnya. Tangisan bayi yang sakit cenderung berbeda dari yang disebabkan oleh kelaparan atau frustrasi. Jika tangisan bayi kita tidak terdengar "benar," percayalah naluri kita dan hubungi atau temui dokter.

Apa yang harus dilakukan jika bayi Anda masih menangis? Periksa perut sudah, popok juga bersih,  Tidak demam. Jadi mengapa bayi anda menangis? Bayi punya alasan bagus sendiri. Tapi mereka tidak memiliki kata-kata untuk memberi tahu kita apa yang salah, dan bahkan orang tua yang paling bijaksana pun tidak dapat membaca pikiran bayi mereka. Namun, kita tetap bisa menghibur bayi kita, bahkan jika kita tidak tahu mengapa dia menangis.

Senin, 04 Desember 2017

Apakah aku gagal sebagai ibu?

Menjadi seorang ibu yang bekerja hal yang sulit namun aku percaya, pasti bisa.

Hari ini aku memulai bekerja seharian, tidak lagi setengah hari. Cukup mendadak dan juga seharian sehingga tidak terfikir mencari tempat menitipkan anak. Alhamdulillah pekerjaanku bukan pekerjaan yang mengharuskan aku harus full time ngerjain kerjaan, bisa disambi😳.
Dan ternyata itu menjadi sebuah rasa kegagalanku sebagai ibu.

Belum sampai sejam suami ngedropin aku di tempat bekerja, bayiku yang baru genap 4 bulan tiba-tiba menangis kencang, disusui ia menolak,ditimang-timang, digendong agar ia tidurpun juga tidak mau, dan berbagai macam cara pun dilakukan agar ia tenang. Kerja? Ah sudah tak terfikir.

Muncul berbagai macam teori hasil belajarku di group-group parenting yang menakutiku. Ketakutanku muncul nanti anak ini kalau begini jadinya begini. Kalau begitu jadinya ga bagus, dan lain sebagai hal.
Aku mencoba tenang semampuku. Yah, dari teori yang kudapat kecemasanku bisa menular ke bayiku. Ah belum lunas ketenanganku, sorotan orang-orang dan berbagai macam pendapat yang muncul menyerangku.

Ah, apakah aku bukan ibu yang baik? Gagalkah aku sebagian ibu?

Suamipun tak bisa membantu karena tiba-tiba harus ada rapat. Bayiku masih menangis menjerit. Aku give up dan memilih pulang ke rumah.

Aku benar merasa gagal. Dan berbagai macam teori parenting muncul di kepalaku, menakutiku. Aku takut. Aku panik. Akhirnya setelah berbagai macam drama terjadi, aku dan bayiku tertidur kelelahan sampai sore.

Ah tapi masih belum hilang ketakutanku.
Aku kebanyakan menyerap ilmu parenting, pikirku.
Yah setidaknya itu seperti alasan pembelaan diri dariku.
Aku jadi gampang takut, panik, dan lebih emosi.
Bukankah teori boleh berkomentar, tapi tetap Allah yang Maha Kuasa?

Hanya sekedar curhat. Bukan menyalahkan teori dan keilmuan. Karena diri ini yang masih belum sanggup menerapkan semua teori disebabkan keterbatasan diriku. Bukan juga tentang ibu bekerja dan ibu dirumah.

Kamis, 30 November 2017

Curhatan Emak Baru yang Belum Bisa Sabar

Telepon berdering berkali-kali, sebuah sms masuk, "say lagi bisa ditelpon ga?" (maklum sejak punya anak buat nelpon aja susah karena anak lagi ditimang-timang buat tidur, suami nelpon, dan anak bangun lagi 😩). Kalau sampai nelpon berkali-kali pasti ada sesuatu, ah haruskah suamiku keluar kota lagi? Rasanya baru minggu lalu ia keluar kota, masih terasa beban berat tiap kali ia pergi keluar kota beberapa hari, meninggalkan aku bersama bayi yang belum lulus asi eksklusif 6 bulan.

Ah, rasanya marah, kesal, berat, seharian menemani bayi, dan malamnya harus menemaninya bermain lagi, sementara di sepanjang malam, ada beberapa waktu bangun untuk menyusuinya. Ah sangat berat rasanya.

Terkadang sering sekali aku marah dengan keadaan, dengan anak, dengan suami..

Ah tapi jika pikiranku sedang jernih betapa Allah SWT sudah banyak memberikan pertolongan kepadaku.
Kenapa masih saja aku sulit bersyukur?

Betapa banyak wanita diluar sana yang harus kerepotan mengurus semua urusan rumah tangga dan anak sendirian, tanpa suami mau terlibat, sementara aku? Suami sangat sigap membantu, ia mengurus semua keperluan dirinya sendiri, tidak hanya itu, ia membantu mengerjakan pekerja rumah seperti mencuci, menyetrika, bahkan membantu mengurus bayi usia beberapa minggu itu. Itulah membuat aku ketergantungan. Dari setiap sore, pulang suami bekerja sampai anak tertidur malam, anak dipegang suami. Dan aku? Kadang berberes, namun lebih banyak berleha-leha.
Ah, dengan sebanyak itu bantuannya kepadaku, mengapa aku sangat sering marah ketika ia pulang kerja terlambat? Masih saja mengomel, masih saja menuntut ini itu. Alangkah lebih baiknya aku lebih mengambil sisi kebaikannya itu? Padahal ia bekerja pun demi kami, demi aku.
Ah, semestinya aku harus menempel di depan mataku sebuah hadits...

“ … dan aku melihat neraka maka tidak pernah aku melihat pemandangan seperti ini sama sekali, aku melihat kebanyakan penduduknya adalah kaum wanita. Para shahabat pun bertanya: “Wahai Rasulullah, Mengapa (demikian)?” Beliau menjawab: “Karena kekufuran mereka.” Kemudian mereka bertanya lagi: “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Beliau menjawab:“Mereka kufur (durhaka) terhadap suami-suami mereka, kufur (ingkar) terhadap kebaikan-kebaikannya. Kalaulah engkau berbuat baik kepada salah seorang di antara mereka selama waktu yang panjang kemudian dia melihat sesuatu pada dirimu (yang tidak dia sukai) niscaya dia akan berkata: ‘Aku tidak pernah melihat sedikitpun kebaikan pada dirimu.’ ” (HR. Bukhari dari Ibnu Abbas RA)

Aku harusnya kembali melongo kepada banyaknya pasangan yang sangat ingin memiliki anak, mengorbankan harta, waktu, sementara aku alhamdulillah dapat dikarunia anak yang lengkap, tak kurang sedikitpun. Mengapa aku masih kurang bersyukur? Bukankah kamu yang berdoa sepanjang pagi sampai malam dulu ketika baru beberapa bulan menikah belum juga dikarunia anak? Bukankah aku yang meminta amanah anak itu? Mengapa aku yang paling sering marah? Malah hampir terlintas dipikiranku untuk membunuhnya? Astagfirullah astagfirullah astagfirullah
Ibu macan apa aku? Bagaimana nanti kelak aku bisa mempetanggung jawabkan amanah yang aku minta kepada Rabb-ku ?
Sadarlah wahai diri, wahai emosi yang mendidih, Duhai diri yang dibisiki syaitan untuk marah, Sadarlah! bahwa anak-anakmu bukanlah milikmu, walau engkau telah melahirkan dan menyusui dengan susah payah, tapi tidak lantas hal tersebut menjadikanmu sebagai seorang ibu berhak melakukan apapun pada anak-anaknya! Apalagi memarahi mereka dengan hujan makian dan pukulan. Anak-anakmu merupakan titipan Allah yang suatu saat akan dikembalikan, dan Allah akan meminta pertanggungjawaban kita atas titipanNya. 

Sungguh aku masih harus mengulang-ulang sebuah kata..

"sesungguhnya kita tidak akan benar-benar menghargai mereka sebelum kita benar-benar kehilangan mereka"

Betapa masih banyak alpa diriku sebagai istri dan ibu.
Ketika pikiranku jernih, aku berpikir logis begini.
Namun ketika lelah melanda, sementara bayi masih minta ditemani dan berakhir dengan menangis, kerjaan banyak yang bertumpuk, semua ini terlupa, hanya emosi yang menguasai.
Ah sungguh aku masih harus harus banyak belajar..

La taghdob wa lakal jannah..Jangan marah bagimu surga...

-Dari istri yang masih belajar mengelola emosi
Dari ibu yang masih harus belajar semakin sabar
Dari diri yang masih belajar belajar menahan amarah, sabar, dan syukur-

Pemenang lomba terbaik adalah yang mengalahkan diri sendiri. Ayo belajar lagi!

Selasa, 21 November 2017

Ibu bertanya tentang MPASI part 1

MPASI merupakan makanan PENDAMPING asi, bukan pengganti bukan pelengkap.

Kapan pemberian MPASI?
Saat usia anak 180 hari
Namun terdapat pengecualian yaitu pada anak gagal tumbuh dan tidak tercapai kenaikan berat badan minimal per bulan maka mpasi sudah dapat dimulai dari usia 17 minggu dengan memperhatikan kesiapan fisik dan psikologis bayi dan ini dinilai dokter yang berkompeten.

Pada masa awal MPASI tentu banyak ibu yang masih bertanya-tanya apa yang boleh diberikan dan sebaiknya tidak diberikan ke bayi mereka.

1. Bolehkah memberikan makanan yang digoreng?

Boleh.

Berdasarkan Participants Materials The Community IYCF Counselling Package, UNICEF, Saat MPASI bayi boleh makan makanan yang digoreng atau ditumis pakai minyak.
Tambahkan minyak atau margarin setengah hingga satu sendok teh ke dalam bubur bayi untuk  memperkaya rasa, meningkatkan kandungan energi  kalori bubur, membantu penyerapan vitamin serta supaya makanan mudah ditelan bayi. Minyak yang diberikan bisa minyak apapun yang tersedia di rumah selama minyaknya masih bersih dan bagus bukan minyak bekas menggoreng. Selain itu, minyak juga dapat ditambahkan ketika bubur akan disajikan ke bayi. Namun, tidak perlu ditambah minyak jika makanan sudah ditumis atau digoreng dengan minyak.

2. Bolehkah MPASI sayur dan buah saja?

Pemberian buah dan sayur bewarna, penting sbg sumber vitamin c (VITAMIN C membantu penyerapan zat besi) dan vitamin A, namun penelitian para ahli membuktikan tidak bisa memenuhi kekosongan zat gizi yang diperlukan bayi jika ibu memberikan MPASI hanya dengan buah dan sayuran. Bayi tentu akan rentan mengalami kekurangan gizi dan energi. Buah yang diberikan pun tidak harus banyak dan tidak harus pure karena banyak makan buah bikin bayi sembelit, lebih baik diberikan dalam bentuk Sari buah.

3. Sudah bolehkah bayi diberikan susu sapi?

Susu sapi dan susu dari hewan lain belum boleh menjadi minuman utama bagi bayi di bawah umur 12 bulan karena terkait dengan risiko perdarahan di saluran cerna serta menghambat penyerapan zat besi. Penggunaan susu dan produk susu (keju, yoghurt, dll) dapat diberikan secukupnya hanya sebagai campuran dalam MPASI. Dengan catatan jika bayi tidak sensitif dan alergi.

4. Bolehkah pemberian madu untuk bayi?

Tidak boleh diberikan pada anak di bawah umur 12 bulan karena terkait risiko botulisme akibat adanya Clostridium botulinum yang mencemari madu.

5. Bagaimana dengan pemberian gula dan garam, apakah boleh?

Makanan manis, asin dan berbumbu tajam tidak direkomendasikan, bayi dianjurkan mengenal rasa alami makanan. Dari booklet Unicef, di bubur MPASI sudah boleh ditambahkan sedikit garam beryodium dengan takaran dibatasi sesuai kemampuan tubuh bayi. Garam disini berfungsi sebagai sumber yodium, namun pemakaiannya harus dibatasi secukupnya, jangan sampai berlebihan. Sebaiknya ibu bisa menggunakan bahan makanan sumber yodium lain yang bisa ibu gunakan yaitu sea food, ikan air tawar, rumput laut, susu dan produk turunan susu.

Sumber:
Duniasehat.net
Booklet pemberian makan bayi dan anak UNICEF
MPASI dr. Zuhrah Taufiqa
Complementary feeding WHO

Sabtu, 18 November 2017

Gizi, Pola Makan dan Booster BB Anak

Resume Kulwap Tentang Gizi, Pola Makan dan  Booster BB Anak
Oleh : dr. Zuhrah Taufiqa, M. Biomed

Banyak faktor yang perlu diketahui mengenai pola makan anak yaitu :

*Jadwal, variasi, frekuensi, & porsi ASI/PASI+MAKANAN UTAMA+CEMILAN*

A. JADWAL MAKAN
kunci dalam pemberian makan pada anak adalah disiplin dalam jadwal makan. mungkin sebagian orang beranggapan belum perlu mengatur jadwal makan anak, apalagi banyak yang beralasan kasihan jika anak bangun pagi untuk makan. tetapi, ketika anak telah dibiasakan dg disiplin dalam pola makan, maka metabolisme organ tubuh nya pun akan terbiasa dengan jadwal tersebut sehingga tubuh paham kapan lapar dan kenyang.

Secara umum susunan jadwal makan anak bisa sebagai berikut : ASI/PASI bangun tidur (05/06.00), makan utama pagi(07/08.00), cemilan (10/11.00), makan utama siang (13/14.00), cemilan (16/17.00), makan utama malam (19/20.00), ASI/PASI (21.00). jadi ada 2x pemberian ASI/PASI, 3 x makan utama dan 2 x cemilan sehat.

Untuk jadwal, cb lihat d ig @drfiqa_mpasi / buku saya, sesuaikan dg usia msg msg anak, terkait porsi ASI dan MP ASI anak

B. VARIASI
untuk menu makan utama, usahakan untuk melengkapi semua zat gizi nya, bukan harga yang mahal, tetapi kelengkapan zat gizi yang diutamakan. menu utama terdiri atas :

*KARBOHIDRAT, PROTEIN (NABATI+HEWANI), LEMAK (NABATI/HEWANI), VITAMIN & MINERAL (SAYUR+BUAH)*

Banyak pilihan karbo yang bisa dipilih : nasi, kentang, ubi, jagung dll

Pilihan protein hewani: daging,ikan,ayam, telur (putih telur), seafood,
pilihan protein nabati : kacang-kacangan, tahu, tempe

Pilihan lemak hewani : daging, ikan, ayam, kuning telur, seafood, butter

Pilihan lemak nabati : kacang-kacangan, margarine, minyak

Vitamin dan mineral bisa didapat dari berbagai variasi sayur dab buah, semakin bervariasi maka semakin besar kesempatan anak mendapat jenis vitamin dan mineral.

C. PORSI & FREKUENSI
Panduan porsi makan dan frekuensi makan sesuaikan dg usia yg berarti sesuai kebutuhan anak usia tersebut

untuk frekuensi, berikan asi/pasi saat bangun tidur dan akan tidur di malam hari untuk memaksimalkan asupan makan utama. jika anak mau asi dluar jadwal tersebut silahkan akan tetapi, kewajiban anak untuk makan utama jangan ditinggalkan. karena bagaimanapun jumlah kalori asi/pasi tak kan bisa menyamai kalori dalam sepiring menu utama.

pilhkan cemilan sehat padat gizi, tinggi lemak, karbo dan protein. penambahan lemak, minyak, kaldu, keju disarankan untuk menambah berat badan anak. pelajari tips simple seperti, tumis dahulu bahan sayur dan daging sebelum membuat sup. sehingga dalam seporsi sup akan terkandung lemak dari daging/ayam plus dari minyak yang digunakan untuk menumis.

contoh cemilan : tahu kukus, nugget (cukup dikukus, tanpa d goreng boleh juga), puding susu, alpukat, pisang

pelajari dan berikan cemilan sehat serta tips peningkatan berat badan. pemberian cemilan bisa berupa finger food juga. misal, kentang kukus, apel kukus, nugget kukus.

1⃣Yuli, bogor
Assalamualaykum, anak saya lahir 7 des 2015 bulan ini masuk 23 bulan.
1. Status gizi anak saya di grafik who:
- tinggi dengan umur: pendek untuk anak seusianya
- berat dengan umur: normal
- berat dengan tinggi: normal
- indeks masa tubuh: gizi lebih
Anak saya "picky eater" bu, dan saya lihat dia kesulitan mengunyah karna semua gigi atasnya termasuk gigi geraham karies (anak saya asi), dan berpengaruh kepencernaannya sehingga makanan yg sering dia telan tanpa mengunyah akan keluar lagi bersama feses (mis:kangkung yg masih utuh, wortel, bahkan agar2). Apa yg sebaiknya saya lakukan bu? Mohon sarannya.
2. Melihat tumbuh kembangnya saya merasa dia mengalami gangguan sensori integrasi, tapi tidak speech delay, apakah saya harus ke klinik tumbuh kembang, selama ini terapi rumahan saja.
Terima kasih

🎙Bu Yuli, Bogor
1. Dari status gizi, anak kemungkinan pernah mengalami masalah kekurangan gizi pd suatu waktu shg anak menjadi 'pendek' untuk anak seusianya.
Untuk saat ini, ibu sebaiknya fokus pd tatalaksana pola makan anak, terutama pickey eaternya.

Pickey eater bs tjd krn anak memiliki kesempatan utk memilih makanan.

Solusi :
- konsultasi dg drg anak utk caries nya, shg dpt solusi terbaik.
- berikan anak makanan bervariasi terserah akan abis atw tidak yg penting anak disuguhkan variasi jenis makanan.
- ktika jam snack berikan yg bs menstimulasi mengunyah. Misalnya apel, pir, yg bs digigit.

Intinya, disiplin, konsisten, dalam penerapan variasi makanan, dan jgn paparkan anak dg makanan yg minim variasi alias itu k itu aja.

2. Sebaiknya k dokter anak subspesialis tumbuh kembang anak agar anak dievaluasi secara menyeluruh dan ibu pun bs terbantu memperoleh solusi tepat dalam waktu sesegera mungkin.

↪Boleh ditanggapi ya bu dokter,
terima kasih bu dokter. Selama ini memang saya jadi fokus "yang penting kenyang" maksudnya biar anak tetap makan dan bisa booster bbnya, supaya tingginya bisa bertambah.
Saya sudah konsul ke drg. Cuma menurut drgnya karies anak sering terjadi jadi dibiarkan saja. 😢
🎙Berarti coba perbaiki pola makannya bu. Pickey eater bs disiasati dg pola makan disiplin dan konsisten
Untuk drg. Jika kurang memuaskan, cb cari dokter lain 😊
↪Untuk kasus sensori integrasi tanpa speech delay, dampak setelah anak balita atau remaja apa ya bu?
Konsul k dokter tumbuh kembang anak dulu ya Bu. Agar tidak khawatir berlebihan
↪Mungkinkah kondisi "pendek" tersebut dikarenakan pernah anemia defisiensi besi dimasa lalu?
🎙*Pendek berarti Pernah terjadi kekurangan zat gizi dalam jangka waktu cukup lama (hitungan bulan) yg tak terkoreksi dg baik*
Kekurangan zat gizi yg dimaksud d sini utamanya adalah kurang sumber kalori spt KARBO, PROTEIN dan LEMAK. jd jika kurang ini, anak awalnya akan kurus. Jika tak cepat diperbaiki gizi dg asupan yg cukup, maka nanti anak akan jd pendek. Kurang kalori ini biasanya juga disertai anemia defisiensi besi, tp tidak selalu.

Jika tjd d usia percepatan tumbuh (golden period) bs mempengaruhi kecerdasan.

Tapi faktor kecerdasan g cuma gizi ya, stimulasi jg memegang peran penting.✅

2⃣Bunda admin sy mau menyampaikan pertanyaan..
1. Anak sy usia 15bulan dg BB 9,5kg BB baru lahir 3,5.. Apa kah usia dan bb nya yg sekarang seimbang?
2. Bagaimana pola makan yg bagus untuk anak yg aktif di usia segitu? Dan minta tips nya untuk anak yg susah makan hati ayam+daging merah untuk meningkatkan zat besi nya 😊
(Ade irma bekasi)

🎙Bu Ade Irma, Bekasi
1. Untuk potensi status gizi anak, masih bagus.
2. Utk pola makan gizi seimbang aja Bu.  Utamakan karbo, protein, lemak dan sayur buah sbg sumber vitamin dan mineral. Untuk porsi makan 250ml, 3-4x sehari, dg makanan bervariasi.

Utk hati dan daging, ba dibikin jd bakso, utk resep ada d instagram @drfiqa_mpasi, atw buku, dan web.
Resep makanan lain ada di ig @drfiqa_mpasi atau d link berikut

3⃣Bunda saya mau tanya.
Anak saya baru saja terkena gejala tipes dan keluar dr rumah sakit. Usianya 10m.
Pertanyaan nya bagaimana menaikkan kembali bb si dedek dan meningkatkan makannya karena waktu di RS kemarin si dedek tidak begitu selera makan.
Makasih
(Putri cilegon)

🎙Bu Putri, Cilegon
Peningkatan BB konsepnya adalah peningkatan asupan gizi atau makanan bagi anak. Baik melalui porsi yang cukup atw frekuensi makan lebih sering.

Mulai dg berikan makan yg anak suka. Konsep makan gizi seimbang :
Karbo,protein dan lemak. Berikan jumlah sesuai porsi makan.

4⃣bundaa, sy ayu dari medan.. ikut nanya ya bun, anak sy 14 bulan skrg. makan besarnya itu gapernah bisa banyak bun, pdhl awal suapan selalu lahap :( pernh saya takar, paling habis seperempat mangkuk saja. diberi cemilan jg gitu, baru beberapa udah ditinggal pergi atau kalo dihidangkan di meja high chair bakal dilempar2. sudah segala daya upaya dan variasi makanan trmasuk sy ikut makan di sebelahnya sy lakukan bun tp tetap begitu 😭 prnah sy coba seringkan frekuensi makan tp dia malah gtm bun, empet kali yah disodorin makan melulu 😢 apa bs jd ada gangguan klinis ya bun? kemana arah kecurigaan kalo memang iya? Sempat suspect adb jg memang dok, HB 11, tp skrg sdg suplemen jg. sy pernah baca ttg dispepsia, apa ada tanda2 kesana bun? krn hampir setiap tidur malam memang dia beberapa kali menjerit smbil menggeliat lalu kemudian buang angin. atau kemungkinan isk? anak sy jg pernah di frenotomy, apa ada pengaruhnya? sy beberapa kali menanyakan soal ini ke brbagai dsa tp belum mendapat tanggapan serius. padahal bb anak sy stagnan berbulan-bulan 😭 terimakasih banyak bunda dokterrr maaf panjang.

🎙Bu Ayu dari Medan

*Datangi dokter, dan berkonsultasilah selengkap dan sejelas jelasnya*

Tuntaskan ADB anak, bentuk kembali POLA makan anak

5⃣Assalamualaikum, bun sy mau tanya
1. Bgmn tips utk menaikan berat badan balita n tips utk menambah nafsu makan anak
2. Bgmn mengatasi anak yg mau makannya hanya satu jenis makanan, sdh pernah dicoba fariasi tp tetep maunya itu2 lagi
Tks.

nyaim, jakarta, (4 thn, 1.5thn, 1bln)

🎙Bu Nyaim Jakarta,

6⃣Sy mau tanya tapi anak sy 3y, 5y, 8y, 10y keluarga n temen2 suka bilang anak2 bunda kurus2 sy agak tersinggung jg sih tp kalo kyk keluarga inti krn tau anak2 sy makannya rutin n bnyk porsinya jd g terllu mmpermasLhkan

Hana 10y:145cm
Amira 8y:130cm
RaihN 5y:105cm
Pasha 3y: 95cm

Normal g yah😬bbnya
Hana:30kg
Amira:20kg
Raihan 15kg
Pasha 12kg

👍inti pertanyaan sy sih klo numbuhnya cuma ke atas aj msh normal ga tumbangnya anak2☺
(Bunda hana, jambi)

🎙Bunda Hana, Jambi,

Idealnya utk status gizi harus diperiksa langsung y bu. Hasil berikut hanya GARIS BESAR nya saja

Pasha =
Untuk BB anak kurang dan tergolong kurus

Raihan =
Untuk BB anak kurang, anak tergolong kurus dan pendek

Amira =
Anak BB kurang dan tergolong kurus

Hana =
Anak status gizi baik, dan TB baik✅

7⃣Mba nanya ya
Itu yang perhitungan BB optimal 3x BBlahir untuk usia berapa ya?
Nur cahya
Depok
Usia anak 3 tahun & 2 tahun

🎙Bu Nur Cahya, Depok
BB optimal 3x berat badan lahir merupakan Perhitungan untuk anak usia 1 tahun✅

8⃣Assalamu'alaikum bunda arifah... Mau titip pertanyaan yaaa

1. Bagaimanakah pertimbangan pemberian makanan anak dengan ADHD? Apakah sama dg anak lainnya?
2. Bagaimana memberikan MPASI untuk bayi dengan alergi protein hewani? Apakah cukup dengan menambah porsi protein nabatinya? Atau harus dengan suplemen zat besi dan B12?

Bunda Dias, Bandung
Anak yg pertama (ADHD), usia 3 tahun 3 bulan
Anak kedua (alergi protein hewani), 5 bulan 3 minggu.

🎙Bunda Dias, Bandung
1. Anak ADHD secara umum panduan asupan makan tetap mengacu pd pola makan gizi seimbang

Yg sangat berpengaruh biasanya adalah makanan kemasan yg punya kandungan bahan tambahan pangan (BTP) yg banyak (misal, pengawet, penyedap, dll) dan makanan manis atw kandungan gula tinggi.

Makanan bergula ini maksudnya makanan tinggi karbo juga. Misal, nasi kalau terlalu banyak jg bs memicu hiperaktif. Atw buah terlalu banyak jg tidak baik.
Jd komposisi makanan gizi seimbang, sangat penting bagi semua anak terutama anak dg ADHD atw kebutuhn khusus lainnya.
2. Anak alergi protein apa saja?harus tahu detail

Apa saja bahan makanan  yg memicu alergi. Jd d ketahui dulu apa saja protein hewani yg memicu alergi. Baru dpantang. Jadi jangan semua dipantang. Utk ini berkonsultasilah dg dokter anak. Agar ada panduan lengkap asupan gizi anak. Bagaimanapun protein nabati tidak bs menandingi asam amino d hewani.
Jd kolaborasi hewani dan nabati lah yg akan menyemprnakan asupan asam amino esensial anak.
Kandungan protein hewani dan nabati bukan hanya soal zat besi. Tp asam amino esensial yg PENTING utk pertumbuhan anak.

Suplemen hanyalah suplemen. Tak bs menggantikan atw memadai jika dbandingan protein.
Kandungan protein hewani dan nabati bukan hanya soal zat besi. Tp asam amino esensial yg PENTING utk pertumbuhan anak.
Suplemen hanyalah suplemen. Tak bs menggantikan atw memadai jika dbandingan protein.
😆😆😆
↪Dokter, saya Bunda Dias. Untuk alergi anak sejauh ini yg teramati kalau saya makan yg mengandung protein hewani dan turunannya langsung muncul reaksi alergi. Apapun itu. Ayam, sapi, kambing, domba, ikan tawar, ikan laut, telur ayam, bahkan rumput laut pun.
↩Sudah cek alergi? Sudah konsul DSA? sangat jarang ada yg alergi SEMUA PRODUK HEWANI
↪Sudah bun, dokter kulit juga gitu...
Mau tes alergi kata dokter kulitnya blm memenuhi syarat, tp saya lupa menanyakan syarat apa yg blm terpenuhi.Sejauh ini dibilangnya alergi protein hewani
↩Nah, tempuh jalur tes alergi.

Atw jika ibu ingin cek sndiri d rumah, berikan makanan tsb satu per satu setelah gejala alergi hilang TUNTAS.
↪Padahal masih full asi
↩Apalagi full asi. Biasanya, makanan ibu yg berpengaruh. Sangat besar peluang tjd Bias dalam menilai  apa benar *semua produk hewani?*
↩Tapi jadinya sejauh ini saya hindari konsumsi protein hewani dan ga ada alergi. Kalau coba sedikit saja (saya yg makan), anak langsung alergi
↩Jgn kwtir, seiring pertambahan usia daya tahan tubuh anak akan berkembang. Jd ttp cobakan aneka makanna saat nanti anak MP ASI✅

9⃣Iva*bogor*5bulan
Tepung gasol baguskah buat MPASI?

🎙Bu Iva, Bogor
Tepung gasol, merupakan bahan makanan bertekstur halus. Jd, jika ibu ingin memberikan, mungkin hanya utk 7 hari awal, dan harus dikombinasi dg makanan lain.

Knp hanya di awal? Krn teksturnya halus. Jd jika diberikan trlalu lama akan mempersulit anak utk naik tekstur

Knp harus ditambah padu padan dg bahan makanan lain? Krn konsep nya makanan anak harus mengandung gizi seimbang, yg terdiri dari karbo, protein, lemak sbg sumber energi, dan sayur buah sbg sumber vitamin dan mineral✅

1⃣0⃣Aslm..mbak arifah mau tanya bwt kulwap yak..
1.Anak saya usia 2 th 2 bln BB nya hanya 10 kg ..makan padahal lumayan banyak.ngemil juga mau.kenapa susah naik ya BB n?
2. Ciri anak kekurangan zat besi bagaimana y ? Perlukah di beri obat penambah zat besi ?
(Asri bogor)

🎙Bu Asri, Bogor
1. BB anak adalah hasil asupan makanan anak dikurangi energi yg dipakai anak utk pertumbuhan dan aktivitas  harian anak.

Untuk hal ini Harus dievaluasi kembali bu, apa saja asupan makanan harian anak, cemilan anak, dll. Panduan nya cb dilihat di panduan makan anak utk usia >12 bulan. Makan utama 3-4x/hari dg porsi 250cc dan cemilan padat gizi.

Cek juga kadar hemoglobin anak utk zat besi.
2. Untuk tahu anak kekurangan zat besi hanya dg cek kadar hemoglobin.
(Gambar terlampir)✅

1⃣1⃣Bismiilah bu. Saya susi. Asli riau. Tinggal ditangerang. Mau bertanya. Anak saya umur 3.7bulan. Susah sekali makan..
Hanya mau minum susu SGM. N jajan biskuit...

🎙Bu Susi, Riau

Anak susah makan dan hanya mau susu dan biskuit. Solusi :

*Batasi susu dan hilangkan biskuit dr daftar makanan anak
Disiplin dan konsisten utk jadwal makan anak, bentuk kembali *POLA MAKAN ANAK*✅

1⃣2⃣Rinda. Bekasi. Anak saya perempuan umur 2 tahun BBnya 10kg.. anak sy tergolong susah makan, minum susunya pun tdk banyak.. bagaimana ya cara menambah BB nya itu? Sdh cb vitamin penambah nafsu makan tp tidak mempan.. pediasure pun tdk berefek pada BBnya.. jd sbaiknya bagaimana ya?
🎙Bu Rinda, Bekasi

*Bentuk POLA MAKAN ANAK, disiplin dan konsisten. Suplemen atw vitamin tidak akan byk membantu jika makan anak tidak cukup*

Jika ibu kwtir anak ada penyakir, silahkan periksakan hemoglobin anak utk tahu anak defisiensi zat besi atw tidak.

Makan utama yg terdiri dr karbo, protein, dan lemak itu ibarat BENSIN, sedangkan vitamin mineral dr sayur buah ibarat OLI. Kendaraan butuh Bensin utk bergerak dan oli utk mempermulus laju kendaraan✅

1⃣3⃣Silvia. Bogor.
Anak saya pas 2th hari ini.
Sebulan ini makannya lumayan susah.
Memang biasa nya jga termasuk anak yg kurang lahap makannya.
Ga pernah full bisa makan 3x sehari.
Tapi alhamdulillah sehat. BB nya emang cuma 11kg an sih. Tapi Lincah. Sudah bisa komunikasi. Mengikuti perintah.
Kadang saya santai saja, walau dia susah makan. Selama saya sudah berusaha ngasih makanan yang terbaik. Mulai dari karbo, ikan, dan buah.
Saya jga jarang kasih cemilan instan, biar dia mau makan. Tapi dia jga memang kurang tertarik dgn makanan instan.
Mah tanya. Seberapa jauh kita harus khawatir akan kondisi anak yang sulit makan? Karena menurut saya asal anak itu sehat dan lincah kita tidak perlu khawatir. Mohon pencerahannya. Terima kasih.

🎙Bu Silvia, Bogor

Baca dan pahami isi Link ini.

Kurus dan Lincah itu dua Hal BERBEDA

https://www.klinikmylovelychild.com/berita/anak-kurus-tapi-lincah.post✅

Sumber: group bedah buku parenting

Jumat, 17 November 2017

Sebuah rasa

Rasa bperdasarkan kamus besar bahasa Indonesia adalah tanggapan indra terhadap rangsangan saraf, apa yang dialami oleh badan, dan juga dapat berbentuk tanggapan hati terhadap sesuatu.

~Kita tak pernah tau 'rasa' sebenarnya ketika kita belum pernah mencicipi berada di rasa/keadaan/posisi tersebut~

Seorang ibu dan putra kecilnya yang yatim serta setumpuk barang yang harus mereka bawa pulang ke kota, berdiri menunggu kendaraan umum yang lewat, maklum transportasi online belum mewarnai daerah tersebut, cukup lama mereka menunggu, beberapa kali kawan sang ibu lewat berlalu membawa kendaraan yang tujuannya sama dengan sang ibu, namun belum ada yang ingin memberikan tumpangan. Sang putra mulai gelisah dan menanyakan cara mereka pulang ke kota, sang ibu hanya menjawab "Allah yang akan menolong kita dan membawa kita pulang, nak."
Sebuah rasa yang disembunyikan sang ibu..
Sebagai orang tua yang sudah semakin menua berjuang sendiri untuk anak-anaknya, keluarganya.

Sebuah group ramai membicarakan sebuah profesional profesi.. Ada cerita kepuasan namun lebih banyak cerita kekecewaan dan keluhan.. Sebagai group isinya ibu-ibu tentulah tertuang berbagai macam rasa..

Sore itu, seorang bapak mencari istrinya karena habis bertengkar, menceritakan semua apa yang dirasakan
Kepada teman istrinya di bengkel, sampai semua orang dapat mengetahui kisah rumah tangganya.. Ntah apa yang akan dirasa istrinya jika tahu, semakin murung atau semakin murka?

Ah, rasa.
Berbagai macam bentuknya, berbagai macam warnanya, berbagai macam tanggapannya..
Ah, rasa.
Kita tak pernah bisa menghakimi sebuah rasa.
Bijaksanalah mengelola sebuah rasa.
Pun sebuah rasa cinta, amarah, kecewa, simpati, dan rasa rasa lainnya..
Karena kita tak berada di posisi itu.
Bijaksanalah..
Berpikir positiflah..
Menebarlah kebaikan sebanyak mungkin 😊

Minggu, 06 Mei 2018

Untuk putra pertamaku, aid kecil

Kita bukan hanya pasangan tapi kini adalah orang tua
Tapi seringkali kita lupa akan makna dari titel orang tua yang kita emang
Ah, bukan kita tapi aku.
Kita masih bepergian seakan hanya berdua padahal kini kita bertiga.
Serasa masih berdua, seringkali diriku lalai menyiapkan pembekalan untuk kehadiran personil anggota keluarga kita.
Padahal bekal yang paling banyak adalah bekal untuk anggota baru kita ini, karena ia masih begitu sangat kecil.

Kitalah orang tua yang menyiapkan bekal terbaik untuk mereka.
Bentuk bekal bukan hanya untuk masa depan di dunia tapi juga bekal untuk akhiratnya.

Aku sering lupa menyiapkan pakaian ganti yang cukup untuknya, pelindung yang tebal untuknya, makanan yang bergizi untuknya..
Seringkali aku alpa, asal beli, asal kasih.
Ah terlebih lagi, tersering tujuan aku bukan karena Allah memberikan yang terbaik untuk anakku. Hanya untuk pujian manusia. Ah, betapa aku masih lemah sbg orang tua yang baik untukmu nak.

Untuk putra pertamaku di usiamu yang ke 9 bulan 7 hari.
Maafkan belum bisa jadi ibu yang baik untukmu.

Kamis, 22 Maret 2018

Smart Parents: Menyayangi Anak Sepenuh Hati

Penulis: Ida Nur Laila
Penerbit: Era Adicitra Intermedia
Tahun: 2016
Halaman: 188

Setiap orang tua ketika ditanya, sayangkah mereka kepada anaknya? Pasti semua akan menjawab sangat sayang. Namun, kenyataannya banyak orang tua yang salah mewujudkan bentuk kasih sayangnya kepada anak.

Bertanya-tanyalah kita dalam hati, apakah kita termasuk orang tua yang salah mewujudkan bentuk kasih sayang kita ke anak?

Di awal buku ini, kita diminta membayangkan jika kita berada di dunia raksasa atau memposisikan diri berjongkok diantara orang-orang yang sedang bejalan, bagaimana rasanya? Apa yang bisa kita lihat? Hanya punggung, perut atau bahkan hanya kaki yang terlihat. Bagaimana jika raksasa-raksasa itu tiba-tiba marah, menyeringai, membentak-bentak, membawa tongkat atau sapu?

Ya, tanpa sadar ketika diposisi orang tua, kita pernah melakukannya. Ketika anak di pagi hari tidak segera bangun, dimarahi. Setelah itu tidak segera shalat subuh, dimarahi. Tidak segera mandi atau mandi terlalu lama, dimarahi. Tidak mau menghabiskan sarapan, dimarahi. Lupa bikin PR, atau kaos kakinya cuma ketemu sebelah, dimarahi juga. Itu sudah lima kali memarahi baru di pagi hari. Apalagi ketika anak memecahkan atau merusak suatu barang kesayangan kita, tanpa sadar meledak amarah kita.

Ketika kesadaran hadir, kecerdasan apapun, intelektual, emosional, atau spritual, juga pasti hadir. Namun, ketika kita berada dalam posisi lelah, dalam kondisi banyak pikiran, banyak tekanan, seringkali membuat seseorang kehilangan kesadaran atau juga kehilangan kendali atas dirinya.
Dikutip dari buku ini mengenai upaya untuk tidak menjadi orang tua yang emosional, seorang teman berkomentar,
"Kalau pas inget, saya bisa menahan marah. Kalau pas nggak inget, ya marah lagi..."
Padahal sepertinya lebih banyak saat tidak ingat.

👪👪👪👪👪👪👪👪👪👪👪👪👪👪👪👪👪👪👪

Dikutip dari buku ini, beberapa prinsip dalam menyayangi anak:

1. Bunda, Sayangi Aku Apa Adanya.
Rahasia membentuk keutuhan pribadi seorang anak adalah 'penerimaan'. Orang tua harus menerima dan menyayangi anak tanpa memandang jenis kelamin dan wujud fisik sang anak.

2. Sajikan yang Terbaik
Ketika hendak bertemu orang penting, apa yang kita persiapkan untuk menemuinya? Jika kita menghadapi saat penting seperti presentasi bisnis, promosi jabatan, dan lain-lain, tentu kita menyiapkan terbaik dari diri kita.
Maka jadikanlah anak adalah hal terpenting dalam hidup. Tidak hanya sebatas materi.

3. Temani ia Bertumbuh dan Berkembang
Tumbuh dan berkembangnya membutuhkan urusan materi, ruhani, dan akal.
Contoh ketika kita menyiapkan makan, berdzikir dan berdoalah kita dengan penuh kegembiraan, cinta, dan pengharapan. Semoga Allah berkenan melunakkan hati anak kita untuk menyantap makanannya, dan menjadikan makanan tersebut makanan yang barakah untuk kesehatan dan amalannya.

👪👪👪👪👪👪👪👪👪👪👪👪👪👪👪👪👪👪👪

Lalu bagaimana caranya merealisasikan kasih sayang pada anak dengan bentuk yang menyenangkan? Karena tidak setiap orang tua dapat melakukannya begitu saja.

1. Anakku, Aku Temanmu!
Rasulullah mengatakan, "Barang siapa yang mempunyai anak, hendaklah ia bermain secara anak-anak dengannya."

2. Anak Belajar dari Sekolah Kehidupan
Anak belajar dari kehidupan sekitarnya, utamanya orang terdekatnya. Ada sifat imitatif (suka meniru) pada anak-anak yang bisa menjadi hal positif untuk mengembangkan keterampilannya.
"Ketika kita mengaku mencintai anak, jadikan suasana belajar bukan episode horor. Jadikan ia menjadi saat yang ditunggu-tunggu".

3. Belai Aku Bunda!
Sempatkan untuk menyentuh dan membelai anak setiap hari.

4. Berikan Arahan dan Nasihat.

5. Lakukan Dialog Hati.

6. Berikan selalu kata-kata terbaik

7. Menjadi teladan dan contoh yang baik

8. Berikan Hukuman Sayang
Di buku ini juga dibahas mengenai hukuman berbentuk kasih sayang. Kita seringkali mendengar hukuman malah menjadi trauma untuk anak. Jadi gimana baiknya memberi hukuman kepada anak?. Orang tua harus paham prinsip menghukum anak adalah sarana pendidikan bukan luapan kemarahan orang tua. Selain itu dijelaskan juga prinsip penting dalam pemberian hukuman pada anak, yaitu:
A. Menghukum sesuai tahapan usia anak
B. Menghukum sesuai bobot kesalahan
C. Tidak menghukum karena kesalahan anak lain
D. Aturan hukuman diterangkan pada anak
E. Menghukum tidak di depan orang lain

Minggu, 18 Maret 2018

Review Buku Rumah Main Anak

Judul Buku: Rumah Main Anak
Penulis : Julia Sarah Rangkuti
Tebal : 333 halaman

Dikutip dari Buku Rumah Main Anak, Ignacio Estrada mengatakan:

“If a child can’t learn the way we teach, maybe we shoud teach the way they learn“

Dan bagaimana cara anak-anak belajar? Ya, dengan bermain:)!

Ketika menjadi seorang ibu adalah sebuah fase hidup yang sangat berbeda, di fase kita sebagai ibu harus beradaptasi untuk diri sendiri namun kita harus segera berbuat untuk anak. Buku ini sangat membantu untuk para ibu menemani buah hatinya dalam setiap tahap perkembangannya karena dalam buku ini selain membahas ide-ide bermain bersama anak yang tentunya sebagai sarana stimulasi tumbuh kembang anak, terdapat juga tahapan perkembangan normal anak dari 0 bulan sampai 2 tahun.

Dalam setiap awal bab dibahas mengenai perkembangan normal tiap anak per 3 bulan, kemudian membahas permainan apa saja yang sudah dapat dilakukan oleh anak. Ide-ide permainannya sangat mudah diterapkan. Untuk bahan-bahan permainan merupakan bahan yang sudah tersedia di rumah, dan jikalau harus beli merupakan bahan yang mudah didapatkan. Cocok buat ibu-ibu yang ingin mencari ide kreatif bermain bersama anak namun ga pakai repot dan ga pakai mahal. Jika kita sudah membaca buku-buku montessori lainnya, jujur, beberapa bahan dasarnya membuat seorang ibu harus nambah daftar belanjaan dengan harga yang lumayan. Namun, jika belum kesampaian beli bahan montessori, bunda bisa baca buku ini sebagai bahan referensi lainnya bermain bersama buah hati.

Buku ini juga dilengkapi dengan bonus Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) yaitu sebuah instrumen yang digunaka untuk mengetahui perkembangan anak, apakah normal atau adanya keterlambatan.

Jadi ibu, tiap hari memikirkan masakan dan setumpuk kerjaan rumah tangga, sementara anak tidak mungkin kan kita diamkan? Atau kita hanya menyerah dengan memberikannya gadget? Hmm, itu pilihan setiap ibu. Namun alangkah lebih baiknya kita bisa memenuhi hak anak dengan menemani setiap tumbuh kembangnya, dengan memberikan permainan yang mengasah tumbuh kembangnya.

Sabtu, 10 Maret 2018

Emak Bekerja di Ranah Publik (Part 2)

Belajar di Institut Ibu Profesional semakin hari semakin meningkat. Bukan saja ilmunya yang meningkat tapi juga perenungan diri dan perencaan matang juga semakin meningkat makan waktunya. Tapi, tidak apa-apa yang penting pembenahan diri menjadi lebih baik. Sebenernya untuk mengerjakan Nice Home Work- nya alhamdulillah sudah terbayang. Ah, tapi merenungi materinya bisa sampai berhari-hari. Mojok sendiri di dalam gua terus.

Nice home work #7 ini juga sebenarnya sudah sangat terbayang apa yang akan dikerjakan. Tapi ternyata materinya lebih pas lagi nyentil banget ke diri ini. Membaca materinya pas banget setelah wawancara kerja di sebuah rumah sakit dan langsung dinyatakan diterima. Keinginan bekerja di ranah publik yang sudab lama, keinginan mengasah ilmu yang ingin ditekuni nyatanya tidak segampang itu setelah mempunyai anak. Selama ini suami dan keluarga selalu berkata "Coba   dulu, kalau keterima, ya baru dipikirin gimana-gimanany." Nyatanya tanpa persiapan matang, hanya mencoba, langsung diterima di sebuah rumah sakit besar. Kenyataannya ketika benar dibenturkan seperti itu, penyikapannya tidak segampang itu. Mulailah super galau anak sama siapa, walau sebelumnya sudah ada diskusi akan dititipkan di daycare atau cari pengasuh. Tapi kenyataannya tidak segampang itu, tidak semudah ucapannya. Termudah cari pengasuh karena pengasuh sudah stand by tidak perlu memikirkan siapa yang nganter dan jemput anak ke daycare , tidak bingung juga ketika harus dinas jaga malam. Tapi jika di pengasuh apakah nilai-nilai keilmuan dan segala macam ilmu parenting yang sudah aku terapkan ke anak, bisa diterapkan dengan baik oleh pengasuh. Mengingat beberapa materi parenting dimana bisa kita siasati dengan penyiapan kurikulum setiap harinya. Tapi apakah bisa sesuai keinginan saya? Kalau sesuai keinginan banget lebih baik ke daycare yang sudah dipercaya tapi nanti siapa yang antar jemput? Ini itu ternyata super bikin galau dan bingung.

Ibu lagi hanya berpesan "Jika itu memang baik untuk dunia dan akhiratmu, Maka Allah akan memudahkan urusanmu, urusan anak, suami." Membaca kembali materi minggu ini, membaca cerita-cerita teman ketika memilih bekerja. Rasanya makin galau. Rasanya terulang-ulang homework dari awal, apakah keilmuan yang ingin aku tekuni sudah benar. Sampai sekarang ini jujur masih PR diriku. Walaupun semua kelebihan, keinginan, kesukaan, keilmuan memang sesuai dengan hasil tes bakat, tapi anak gimana? Anakku adalah amanah yang Allah berikan, amanah yang aku berhari-hari berdoa untuk kehadirannya. Bagaimana aku akan pertanggung jawabkan amanah yang sudah Allah titipkan kepadaku?.

Tapi lagi, biarlah aku berikhtiar, dan berdoa, biar Allah saja yang memberikan keputusan terbaik.

| They plan, and Allah plans. Surely, Allah is the Best of Planners (QS 8:30) |

Kamis, 08 Maret 2018

Emak Bekerja di Ranah Publik (Part I)

🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Sebuah percakapan kecil antara ibu-ibu muda,

Ibu A: "Harusnya mulai kerja ketika anak masih 2 bulan dulu, jadi dia sudah terbiasa ditinggal. Kalau udah umur 12 bulan gini sudah ngerti dan maunya nempel mulu sama ibunya."

Ibu B: "Ah, malah pas masih 2 bulan dulu berat ninggalinnya. Masih kecil. Masih harus ASI eksklusif. Enakan itu pas sudah selesai ASI eksklusif 6 bulan, udah mulai makan."

Ibu C: "Wah malah umur 6 bulan itu umur nanggung. Sudah mulai mengerti tapi belum mau ditinggal. Masih takut sama orang baru kalau harus ditinggal sama pengasuh atau daycare. Aku kira enakan umur 12 bulan ke atas jadi udah bisa disuruh mengerti dan sudah bisa."

Ibu A: "Engaa.. Malahan karena udah ngerti jadinya susah ditinggal ibunya."

🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃

Sejatinya tidak ada waktu yang benar tepat ketika seorang ibu mulai kembali bekerja di ranah publik.

Ketika sudah memiliki anak rasanya sama. Mau mulai ketika anak usia 2 bulan, 6 bulan, 12 bulan, dan seterusnya. Rasa seorang ibu ketika pergi bekerja di ranah publik, rasanya sama. Rasa haru biru meninggalkan anak. Rasanya begitu berat meninggalkannya namun karya dan pengabdianmu ditunggu dan dibutuhkan banyak orang.

Ah. Memang pembahasan ibu bekerja di ranah publik atau domestik itu sangat panjang dan sangat tak mudah.

Minggu, 04 Maret 2018

Ibu Manajer Keluarga

Belajar di Institut Ibu Profesional membuat Aku selalu merefresh niatku, meluruskan tujuan hidupku. Dan selalu saja, Aku tersentil dengan pelajaran-pelajarannya. Ketika Aku membaca motivasi bekerja ibu sempat Aku harus masuk ke gua berhari-hari, merenung, berpikir ulang.

Aku merenungi kembali pekerjaanku di nice home work #1 sampai #6 . Apakah Aku bekerja, menjadi Dokter, adalah sebuah pelarianku karena ketidamampuan diriku menjadi ibu di keluargaku, di ranah domestikku?. Berhari-hari, Aku tidak membuka handphone, tidak ber media sosial. Setelah membaca materi minggu ini, Aku hanya memaksimalkan diri menjadi manajer keluargaku sembari meluruskan niatku, menemukan jawaban diriku.

Alhamdulillah walau belum menemukan titik terang, masih ragu dan bingung, namun Aku bisa meluruskan tujuanku. Aku bekerja sebagai dokter bukan untuk pelarianku, Aku menjadi dokter untuk keluargaku, untuk Ibuku. Ketika Aku memilih menjadi dokter, aku tidak hanya sudah selesai namun juga sudah selesai dengan maksimal untuk keluargaku, ranah domestikku. Walau titik terang yang Aku temukan baru sampai disitu. Tapi Aku sangat bersyukur.

Rabu, 14 Februari 2018

Suntikan Semangat dan Niat #JumatKulwapODOP

Aku mengikuti group one Day one post (ODOP) awalnya ingin membiasakan kembali curhat lewat tulisan apalagi sejak punya anak. Cuma benar-benar pengen bisa tetap waras jadi ibu. Tiap minggu mencoba mencicil menulis sedikit demi sedikit, yang awalnya berat jadi asyik, yang awalnya cuma curhat malah jadi bisa menemukan hikmah dari setiap kejadian yang dialami. Bergabung di group ini akhirnya jadi hal yang 'nagih' buat aku konsisten menulis, jadi saranaku buat menulis lebih baik lagi, jadi wadahku buat niat nulis bukan cuma curhat tapi bisa berbagi informasi dan pengalaman.

Ketika akhirnya bergabung di group whatsapp nyatanya group ini bukan cuma bikin 'nagih' tapi jadi 'candu' ke diri saya agar lebih baik lagi, karena selain belajar konsisten menulis, aku belajar juga konsisten membaca di thread rabu baca buku.

Tapi kali ini rasanya ada sentilan keras pas ikut jumat kulwap minggu ini oleh Mba Monik. Teringat kembali impian untuk sekolah lagi, impian yang hampir berdebu tak pernah terlintas di fikiran ketika sudah memiliki anak. Jujur memang belum pernah baca bukunya mba monik, Groningen Mom's Journal, namun merasakan sebuah semangat perjuangan untuk sekolah lagi sebagai seorang ibu, perjuangan seorang ibu untuk berbagi kisah dan pengalamannya, perjuangan seorang ibu menuliskan ceritanya kemudian membukukannya, sebuah perjuangan memenej waktu, berbagi peran sebagai penulis yang ingin berbagi, ibu, istri, dan siswa.

Ada sebuah pelajaran yang aku ambil yaitu tentang keinginan berbagi, berdakwah dengan media apapun, tentang tujuan menulis dan membukukan tulisannya.
Insyaallah jika niat kita baik, niat kita lurus, Allah yang akan memudahkan jalannya. Baik dalam menulis, menerbitkan buku, dan bersekolah lagi. Terimakasih Mba Monik suntikan semangat, bekas suntikannya terasa banget. 💓💓

| Dari Amirul Mukminin Abu Hafsh, Umar bin Al-Khathab radhiyallahu 'anhu, ia berkata : “Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Segala amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai niatnya..................... |

#JumatKulwapODOP

Bedah Buku Diary Pintar Menyusui dan MPASI (Part 1)

Ketika anak telah hadir, kita sebagai orang tua sangat banyak butuh persiapan, terutama persiapan ilmu. Buku ini reccomended sebagai bahan rujukan buat para ibu dan calon ibu untuk belajar mengenai asi dan mpasi. Buku ini terdiri dari dua bab, bab pertama mengenai menyusui dan bab kedua mengenai MPASI (Makanan pendamping asi). Cocok banget buat ibu-ibu baru jaman now (😅😂) yang banyak sekali terpaan perlengkapan bayi yang kita ga tau sebenarnya kita butuhkan atau tidak.

Di bab pertama membahas asi eksklusif yaitu memberikan HANYA ASI kepada kepada bayi, tanpa makanan dan minum lain sampai 6 bulan pertama kehidupan bayi. Di buku juga diajarkan cara menyusui yang baik dan benar. Jangan buru-buru berikan susu formula ketika anak lahir, sementara asi belum keluar. Sejatinya bayi baru lahir masih memiliki cadangan gula dari ibunya sehingga kita sebagai ibu masih harus mengusahakan asi keluar dalam waktu 3 hari. Oiya, yang keluar di awal adalah kolostrum (cairan bewarna jernih) jika sudah 4 hari barulah keluar asi matur bewarna putih susu.

Di buku ini juga dibahas nutrisi untuk ibu menyusui, dibalik banyaknya "kata orang" ibu menyusui cuma boleh makan ini, makan itu tidak boleh, dll. Nyatanya ibu menyusui harus mendapat gizi seimbang terdiri dari 3 gizi zat utama yaitu:
1. Zat tenaga (karbohidrat, lemak)
2. Zat pembangun (protein)
3. Zat pengatur (vitamin, mineral)

Ketika menyusui salah satu hal terpenting lainnya yaitu let down reflex (LDR)/reflex oksitosin, sesuai namanya oksitosin sangat dipengaruhi oleh emosional si ibu menyusui, LDR berguna untuk mengalirkan asi terutama lemak asi. Jadi penting banget menjaga moodnya ibu menyusui ya ibu bapak.. Jaga perasaannya.. (Apalagi pas lagi berkunjung berkomentar ini itu negatif *banyak busui yang curhat begitu soalnya).. Buat ibu-ibu ketika menyusui buang jauh emosi negatif ya (Rasa sakit, kurang percaya diri, sedih, khawatir). Salah satu yang sering bikin rasa sakit karena posisi menyusui yanh belum tepat.

Ketika selesai menyusui penting kita lakukan sendawa (ada gambarnya di buku😅). Terus gimana ya kita bisa tahu asinya cukup bayi? Salah satu indikatornya adalah BAK minimal 6x/24 jam, bewarna jernih atau kuning muda.

Oiya di buku juga ada pembahasan mengenai cara memperbanyak asi, solusi untuk tetep memberikan ASI pada ibu bekerja, dan mitos menyusui sambil hamil lagi.

Bukunya padat, memang benar poin penting aja. Membahas banyak kegalauan ibu baru kala mau menyusui anaknya. Sampai mitos tentang tetap menyusui ketika hamil lagi. Jadi klo mau ngereview banyak banget 😅

Jumat, 09 Februari 2018

Bakat dan surat cinta

Minggu ini kembali mendapat PR yang mengejutkan dari kelas matrikulasi IIP.  Senang rasanya karena ditiap minggu pr tersebut membuat kita lebih mendalami diri kita, pasangan kita, dan keluarga kita. Dan PR tersebut kembali meluruskan tujuan hidupku, visi misi keluargaku, seperti PR minggu ini.

Diawali dengan membuat surat cinta untuk suami. Naah pas banget hari itu kita lagi berantem anak kecil (😅😌).   Rasanya buat bikin surat cinta itu lagi ogah banget (padahal kesehariannya istrinya suka usil ngegombal). Tapi PR kali ini rasanya berat banget karena lagi diem-dieman. Berkali-kali ngulang isi percakapan group matrikulasi biar menyadarkan diri, agar ego diri bisa menguap. Akhirnya sadar juga sepertinya kami sudah terlalu sibuk dengan pekerjaan kami, dengan target dan pencapaian hidup kami, yang sangat 'dunia'. Apalagi kami yang orang tua baru butuh waktu banyak belajar membesarkan anak kami. Aku tersadar kembali, ah, kami lebih tepatnya aku sebagian ibu dan istri sudah terlalu lupa visi misi awal keluarga kami.

Kemudian aku mencoba membuat nice Homewark itu. Pas suami pulang kerja, aku selipkan di handphone nya. Suami cuma menanggapi "ini apaan say kamu selipin di hp aku?", "baca saja" jawabku (ceritanya masih sisa ngambek kemarin 😅🙈). Besok paginya lantaran kita lagi fokus dengan 'kita mau apa, mau kerja seperti apa (salah satu pencetus bertengkar kemarin), akhirnya nyuruh suami ngisi temubakat.com abis ngisi itu, kita diskusi sama-sama. Walaupun udah bisa duga bakat terbesar suami. Kita berlanjut diskusi berdasarkan tes, mencoba mereview surat kemarin ke pak suami (karena berhubung isi suratnya ada tentang kelebihan bakat suami sampai kita dipersatukan dalam sebuah keluarga), visi misi keluarga kita yang mulai berdebu terlupa.

Pagi ini kami berdiskusi tentang potensi kami, diskusi hasil dari temubakat.com dengan baiknya bekerja di ranah seperti apa, Diskusi visi misi kami yang tak segampang itu nyatanya setelah beneran punya anak (😅). Bakat suami terbesar itu di networking sementara saya pada melayani dan memberi, sesuai banget sama profesi yang kami jalani alhamdulillah. Ah tapi terlepas dari kesesuaian bakat dengan profesi kehidupan di dunia kami, ada yang lebih dalam maknanya. Kebersamaan kami dalam ikatan, mitsaqaan ghaliza. Terlepas dari kekurangan dan kelebihan yang ada didiri kami, kebersamaan kami seperti prinsip kerja enzim dan substratnya, key and lock, cocok-pas-lengkap, dan hasil keterikatan itu bermanfaat  untuk seluruh tubuh. Kebersamaan kami membuat kami bisa saling berbagi ilmu ketika diantara kami ada yang belum tahu, pengingat kebaikan diantara kami, sarana belajar kami menjadi pribadi lebih baik lagi, wadah kesyukuran kami.

Kami dikarunia seorang anak laki-laki yang baru lewat 6 bulan setelah setengah tahun lebih kami menanti. Penantian menunggu anak ternyata masih juga rasa sabar diri ini ketika menghadapinya. Kehadiran anak kami, membuat kami belajar banyak hal, sebagai pribadi dan sebagai orang tua. Terutama pelajaran besar untuk diriku agar bisa semakin luas sabar dan syukurnya. Kehadiran anak pun membuat kita semakin memuliakan orang tua kita, karena realitanya pasti penuh perjuangan orang tua kami membesarkan kami. Hal terbesar yang aku perhatikan sebagai ibu adalah ketertarikan yang luar biasa anakku terhadap buku, mau buku pelajaran, novel, Al-Qur’an (belum melihat ketertarikan yang lebih besar selain ini), karena di kedua keluarga besar aku dan suami, keduanya sangat suka baca buku.

Alhamdulillah aku berada di lingkungan berislam sangat baik, kedua keluarga yang cukup kental keislamannya, lingkungan yang sudah terkondisikan dengan islam yang cukup kuat, sehingga kami sekeluarga sangat bisa berislam dengan baik, mencari ilmu agama dengan mudah.

Sebuah kesyukuran tak terhingga dapat bersama suami, anak, dan keluarga serta lingkungan berislam yang sangat bagus, sehingga aku bisa tetap berada di kereta kebaikan, berlomba menambah ketaatan teruntuk Rabbku, Yang Maha Pencipta.

Sabtu, 27 Januari 2018

Mencintai sebuah ilmu

Ibu hanya berpesan "berdoalah nak, luruskan niatmu, karena jika itu baik untuk dirimu, duniamu, dan akhiratmu, Allah akan memudahkan urusanmu"

Setiap pilihan yang akan aku ambil, selalu ibu berpesan seperti itu termasuk ketika aku memilih menggambil kuliah jurusan kedokteran, jurasan yang aku cintai dan ingin terus aku tekuni, ingin terus dipelajari. Life long learning selalu menjadi prinsip ketika kamu menjadi dokter, belajar sepanjang hayat.

Aku menyukainya, jatuh cinta pada ilmunya. Awal mencintainya karena alasan demi keluarga, demi membantu banyak orang, nyatanya setelah tercebur di dalamnya, ada banyak hal yang aku ketahui, menjadi alasan betapa kita semestinya banyak bersyukur. Aku begitu terkaget dengan betapa luas ciptaan-Nya, betapa hebat kuasa-Nya, betapa tak perlu jauh kita mencari bukti hebatnya penciptaan Allah SWT ke luar sana, karena pada diri kita, sudah membuktikan betapa Allah Maha Pencipta, Maha Penguasa. Betapa ada proses kompleks dan detail pada setiap denyutan jantung kita, ada banyak kesyukuran pada penglihatan dan pendengaran kita. Ah, semuanya membuat aku makin mencintai ilmu kesehatan, karena semakin bertambah cintaku pada Rabbku.

Tapi kamu tahu? Menjadi dokter tak semudah itu. Aku mencoba berkali. Sampai ibu berpesan "berdoalah nak, luruskan niatmu, karena jika itu baik untuk dirimu, duniamu, dan akhiratmu, Allah akan memudahkan urusanmu". Ketika aku meluruskan niatku, untuk mendekat kepada Rabbku, ketika itu aku diterima di fakultas kedokteran. Kamu tahu tips jalani ujian ala teman-temanku mahasiswa kedokteran? Yaitu meminta doa kepada orang tua, meminta maaf pada orang tua, teman, guru. Saling berdiskusi, saling memberikan dan merima ilmu serta pendapat teman adalah strategi selanjutnya. Luruskan niatmu, tanamkan ikhlasmu, meminta doa pada orang tua, teman, dan guru, saling memberi dan menerima ilmu dengan hati terbuka.

Mempelajari sebuah ilmu tentu tak luput dari proses yang panjang, yang pertama kali dan selalu harus kuubah adalah niat. Kadang niat suka melenceng, sehingga berkali-kali aku harus meluruskan niatku dalam belajar sebuah ilmu. Proses belajarpun kita perlu melapangkan diri kita, melapangkan dada kita dalam belajar, melapangkan syukur kita karena masih banyak hal yang ga kamu ketahui, melapangkan diri kita kalau kita tuh masih belum ada apa-apa dibanding ilmu yang luas banget. Belajar itu juga butuh ridho, restu, keikhlasan engga cuma dari diri kita, tapi dari orang terdekat kita, pasangan kita, orang tua kita (orang tua sendiri plus mertua kalau sudah menikah), bahkan ridhonya guru kita yang sudah mengajarkan ilmu ke kita.

Jadi dalam belajar cintailah ilmu yang ingin kamu pelajari.. Luruskan selalu niatmu.. Semoga Allah membukakan hati dan fikiranmu dalam belajar sebuah ilmu.. Semoga kita mendapatkan keberkahannya dalam memperlajari sebuah ilmu 😊.

#NHW #1
#Day # 1
#Kuliah Matrikulasi Batch # 5
#Adab Menuntut Ilmu

Senin, 22 Januari 2018

Difteri apa ya?

Difteri merupakan salah satu jenis penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae. Penyakit ini menyerang infeksi selaput lendir tenggorokan serta hidung. Selain itu, bakteri tersebut menghasilkan eksotoksin yang mampu menganggu kerja jantung.

Penyebab :

Difteri disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae. Penyebaran bakteri ini dapat terjadi dengan mudah, terutama bagi orang yang tidak mendapatkan vaksin difteri. Ada sejumlah cara penularan yang perlu diwaspadai, seperti:

1. Terhirup percikan ludah penderita di udara saat penderita bersin atau batuk --> Ini merupakan cara penularan difteri yang paling umum.
2. Terkena barang yang sudah terkontaminasi oleh bakteri, contohnya mainan atau handuk.
3. Sentuhan pada luka borok (ulkus) akibat difteri di kulit penderita --> Penularan ini umumnya terjadi pada penderita yang tinggal di lingkungan yang padat penduduk dan kebersihannya tidak terjaga.

Gejala:

1. Demam
2. Nyeri kepala
3. Nafsu makan menurun
4. Nyeri saat menelan
5. Tonsil terlihat tertutup bercak putih kotor makin lama makin meluas dengan membentuk membran yang dapat meluas ke faring dan laring sehingga dapat menyumbat saluran nafas. Membran ini sangat melekat dengan dasarnya, apabila di kelupas maka akan berdarah
6. Kelenjar getah bening dapat membengkak (Bull Neck sign atau Burgermeesters hals)
7. Menyerang saraf kranial, menyebabkan kelumpuhkan otot pernafasan, jantung.

☝Karena gejala awal dari difteri yang mirip dengan gejala flu, maka kebanyakan orang tak menyadari bahwa kondisi yang sedang dialami adalah difteri. Namun pada penderita difteri, ia juga akan berkemungkinan mengalami yang namanya gangguan pada kulit seperti bisul yang tidak ada pada gejala flu🙋

Diagnosis dan Pengobatan Difteri :

Untuk menegakkan diagnosis difteri, awalnya dokter akan menanyakan beberapa hal seputar gejala yang dialami pasien. Dokter juga dapat mengambil sampel dari lendir di tenggorokan, hidung, atau ulkus di kulit untuk diperiksa di laboratorium.

Apabila seseorang diduga kuat tertular difteri, dokter akan segera memulai pengobatan, bahkan sebelum ada hasil laboratorium. Dokter akan menganjurkannya untuk menjalani perawatan dalam ruang isolasi di rumah sakit. Lalu langkah pengobatan akan dilakukan dengan 2 jenis obat, yaitu antibiotik dan antitoksin.

Komplikasi Difteri

Pengobatan difteri harus segera dilakukan untuk mencegah penyebaran sekaligus komplikasi yang serius, terutama pada penderita anak-anak. Diperkirakan 1 dari 5 penderita balita dan lansia di atas 40 tahun meninggal dunia akibat komplikasi difteri.

Jika tidak diobati dengan cepat dan tepat, toksin dari bakteri difteri dapat memicu beberapa komplikasi yang berpotensi mengancam jiwa. 

Jumat, 19 Januari 2018

Berkata dan Berdoa yang Baik Kepada Anak

Seorang pemuda baik berniat ingin merantau ke kota, mencari pekerjaan yang lebih menjanjikan, agar keluarganya memiliki kehidupan yang lebih baik. Kemudian ia meminta izin kepada ayahnya untuk pergi. Namun, sang ayah tak mengizinkan, si pemuda tetap memaksa untuk pergi. Hari kepergian sudah diputuskan, segala persiapannya ke kota telah siap, gembalaannya pun telah dititipkan ke temannya. Pemuda tetap memaksa pergi tanpa izin ayahnya. Ayahnya merupakan orang yang sholeh. Kemudian ayahnya berdoa agar anaknya diberi pelajaran karena ayahnya tak mengikhlaskan kepergiannya.

Di perjalanan, sang pemuda tiba-tiba tidak dapat melihat apapun. Sesampainya di rumah saudara mereka, sang pemuda berkata, "sebelum ini saya bisa melihat, mumpuni untuk menjadi pekerja terbaik kesini. Namun sekarang aku buta sehingga aku tidak bisa berbuat apapun." keluarga pemuda akhirnya membawanya kembali pulang ke desa. Betapa kaget dan sedih sang ayah melihat keadaan anaknya. Anaknya kita tidak bisa bekerja membantu keluarga mereka.
(📝dari buku semua ada saatnya)

Dalam buku tersebut diambil hikmah bahwa orang tua janganlah mendoakan yang buruk kepada anak. Terlepas dari sang anak telah berbuat kesalahan. Kita sebagai orang tua tetap harus menjaga doa dan ucapan kita.

Terlalu banyak kisah tentang doa dan ucapan orang tua yang sangat berpengaruh kepada anaknya. Terdapat juga kisah yang sangat manis tentang Imam Sudais (salah satu imam masjidil haram) ketika masih kecil, beliau pernah menumpahkan dan mengacak-acak makanan yg telah dipersiapkan ibunya untuk para tamu. Namun, sang ibu mengubah rasa kesal dan marahnya pada Sudais kecil dgn doa, "pergilah ke masjidil haram, hapalkan alquran, dan jadilah imam masjidil haram". Dan, doa itupun dikabulkan.. 😊

Maka duhai ayah bunda, doakan dan katakan selalu hal-hal terbaik untuk anakmu. Sekalipun, sekalipun ia sangat menjengkelkanmu, sekalipun kamu sangat kesal. Karena sejatinya ia hanya sedang belajar.
Katakanlah yang baik, doakan yang baik.

Pun nama dan panggilan yang baik harus disertakan.
“Sesungguhnya diantara kewajiban orangtua terhadap anaknya adalah mengajarinya menulis, memberikan nama yang baik, dan menikahkannya bila telah dewasa.” (HR. Ibnu Najar)

Acapkali kita sudah memberikan nama terbaik, namun terkadang kita mengeluarkan perkataan atau panggilan yang tidak baik atau men judge yang tidak baik, contoh: "wah malas ini anaknya", "kolokan anaknya" dll kenapa tidak kita ubah dengan kata positif dan penyemangat untuk anak.

Salah satu kisah menginspirasi adalah kisah Thomas Alfa Edison, ketika masih kecil sepulang sekolah ia memberikan sepucuk surat kepada ibunya, kemudian sang ibu dengan berlinang air mata membacakan isi surat itu di hadapan sang Putra, “Putra anda adalah anak yang jenius, sekolah ini terlalu kecil dan tidak memiliki guru yang cakap. Jadi anda harus mendidiknya sendiri.” itulah perkataan positif penyemangat untuk sang anak dari ibunya karena sebenernya isi surat tersebut berbunyi, “Putra anda adalah anak yang bodoh, kami tidak mengijinkannya untuk bersekolah disini lagi.”

Maka berkatalah yang baik, panggil ia dengan panggilan terbaik, doakan ia selalu dalam kebaikan😊.

Selasa, 09 Januari 2018

Bukankah Allah yang Memberi Rezeki Anakmu Jadi Tenang Saja.

Sepasang suami istri dengan anak yang masih bayi memiliki sebuah kisah.

Di suatu bulan dimana pengeluaran begitu banyak, dan waktu gajian sang suami pun masih sangat lama. Bulan itu merupakan bulan yang berat bagi sang istri. Berat untuk fikir dan jiwanya.

Selama perjalanan menikah, berat suaminya tak bertambah signifikan, masih kurus-kurus wae. Sang istri yang masih menyusui bayinya merasa harus mengalah untuk suaminya (agar diakui orang-orang), istri berhasil mengurus suami dengan menggemukkannya. Tapi sungguh berat bagi sang istri ketika menyadari asi untuk anaknya semakin semakin berkurang, padahal bayinya semakin besar dan membutuhkan lebih banyak gizi. Itu hal yang memberatkan sang istri. Sementara uang untuk membeli protein lebih banyak dari biasanya tidak ada. Ah jangankan protein, untuk setidaknya agar bisa memasak di dapur pun tak bisa di keluarga itu.
Kedua keluarga orang tua mereka pun sedang banyak pengeluaran sehingga masak tidak terlalu banyak. Alhasil pasangan suami istri lebih sering makan 1 lauk, 1 piring berdua (kata orang si romantis, padahal karena keuangan menipis). Disitulah berat bagi sang istri untuk mengalah kepada suaminya atau harus makan lebih banyak untuk anaknya. Sang istri memilih suaminya.

Di bulan itu merupakan bulan yang panjang dan berat bagi sang istri. Ketika malam, sang anak menyusu banyak, asi tak banyak keluar. Untuk mencukupinya, di malam sampai pagi buta sang istri lebih sering minum dan menyemil madu dan kurma. Sebagai glukosa yang menunda rasa lapar, tapi tak kenyang, apalagi mencukupi asi, pikir sang istri.

Di bulan itu merupakan malam yang panjang bagi sang istri, ketika anaknya lapar, ia harus makan untuk mencukupi asinya, namun berkali-kali ia membuka lemari penyimpanan makanan, tak ada apa-apa.

Sampai semuanya begitu berat. Anaknya yang meminta menyusu padahal diri sang istri juga begitu lapar, dan sang suami juga tidur mungkin dalam keadaan masih lapar. Sang istri sangat merasa jika sudah beberapa hari ini asinya tak banyak, sangat terasa kosong, bismillah ia kembali mencoba menyusui anaknya dan walau rasanya tak ada yang keluar namun ketika melihat dari mulut bayinya keluar tetesan asi, sang ibu tersadar, bukankah Allah yang akan mencukupi asi untuk anaknya? Mencukupi makanan anaknya? Bukankah Allah sudah menentukan rezeki tiap manusia? Begitupun rezeki untuk suaminya. Mengapa engkau begitu khawatir pikir sang istri.

"Tidak ada satupun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi ini, melainkan dijamin Allah rezekinya." (QS Hud:6)

Ya, kita semua pasti pernah mengalami masa-masa sulit. Pernah mengalami rasa sempit rezeki seperti yang dialami keluarga kecil itu. Namun percayalah, Allah sudah menetapkan rezekinya. Bersabar, bertawakal, dan teruslah berusaha. Dekati Yang Maha Pemberi Rezeki, mintalah, berdoalah.

Kamis, 28 Desember 2017

Mengajak bayi berenang

Ingin mengajak bayimu berenang? Eittss jangan asal diajak tanpa tahu dasar teorinya.. Suer deh! (jangan kaya saya yang asal akhirnya kacau).

Berenang merupakan hal yang menyenangkan bagi si kecil dan ternyata bermanfaat bagi si Kecil. Menurut penelitian, bayi yang diajari berenang memiliki keseimbangan tubuh dan daya memegang lebih baik.

Awalnya tanpa persiapanpun, baby 4 bulan itu lumayan menikmati berenang (di puncak loh😰), habis setiap mandi sangat happy, akhirnya kita ajak berenang aja walau ya cuma bentar karena takut kedinginan. Ternyata setelah kedua kalinya ngajak baby barenang tanpa persiapan itu gagal total. Baru deh mamak baru sotoy penuh kekurangan ini cari ilmu (duh).

Berikut beberapa hal penting yang harus diketahui dan dipersiapkan sebelum ajak anak berenang:

1. Perhatikan kondisi tubuh anak kita

Hal utama yang harus diperhatikan sebelum memutuskan untuk berenang adalah kondisi anak kita,   pastikan bahwa bayi dalam keadaan fit, sehat untuk melakukan aktifitas. Pastikan anak dalam keadaan nyaman, tidak juga dalam kondisi kelelahan karena sebelumnya sudab banyak bermain.

Selain itu, anak harus sudah makan, minum atau menyusu setidaknya 1 jam sebelum berenang, hindari aktivitas yang mengambil waktu tidur siangnya, karena justru akan berdampak pada kondisi tubuhnya.

2. Pastikan Kondisi Kolam Aman

Sebelum memulai kegiatan berenang, kita harus terlebih dulu harus memastikan kondisi kolam yang akan digunakan. Pastikan kondisi air tidak terlalu dingin bagi bayi (dianjurkan sekitar 32 derajat celcius), dan ketinggian kolam renang tidak membahayakan bayi kita, pastikan kedalaman tidak berbahaya bagi bayi kita.

Kolam renang biasanya mengandung klorin, selain mengiritasi kulit bayi, klorin membuat perih mata bayi kita, berdasarkan American Chemistry Council  pemakaian klorin agar tidak menjadi polutan antara 2,0-4,0 ppm (parts per million), ada beberapa sumber lain mengatakan bisa antara 6,0- 8,0 ppm, jadi pastikan ini ya mom, kita bisa tanyakan kepada pengelola kolam renang.

3. Perlu Menyiapkan Pelindung

Ketika berenang, kita perlu menyiapkan perlindungan  mulai dari baju renang yang nyaman, perlindungan untuk kulitnya dan perlindungan ketika berada di kolam renang. Kita juga perlu menyiapkan dan mengawasi anak kita, jangan kita asik sendiri berenang 😅.

4. Perlahan dan Bertahap

Mengajak bayi berenang bukan berarti kita langsung membawanya masuk ke dalam kolam, namun mulailah dengan bermain air di pinggir kolam atau bisa dengan melihat mengamati terlebih dahulu. Kemudian, saat Si Kecil sudah terlihat nyaman, cobalah ajak untuk memasuki kolam. 

Kamis, 14 Desember 2017

Penyebab Bayi Menangis

Sering kali kita sebagai orang tua, terutama a new parents (like me😣), bertanya-tanya mengapa bayi kita masih saja menangis, padahal berbagai macam penyebab ia menangis sudah kita tangani.

Berikut beberapa alasan mengapa bayi menangis dikutip dari www.BabyCenter.com :

1. Kelaparan

Ini mungkin hal pertama yang kita pikirkan saat bayi menangis. Belajar mengenali tanda-tanda kelaparan akan membantu kita mulai memberi makan bayi sebelum tahap tangis. Beberapa tanda kelaparan yang harus diperhatikan pada bayi yang baru lahir termasuk rewel, bibir pucat, rooting (refleks bayi baru lahir yang membuat bayi menoleh ke tangan kita saat kita menekan pipi mereka), dan meletakkan tangan mereka ke mulut mereka (silahkan lihat digambar yang dilampirkan).

2. Masalah perut (kolik dan gas)

Masalah perut yang terkait dengan gas atau kolik bisa menyebabkan banyak tangisan. Kondisi kolik biasanya digambarkan sebagai tangisan yang sulit dihentikan setidaknya tiga jam sehari, setidaknya tiga hari dalam seminggu, setidaknya tiga minggu berturut-turut.

Untuk bantuan lebih lanjut, pelajari strategi yang bermanfaat untuk menenangkan bayi yang kolik. Jika bayi kita sering menangis dan menangis tepat setelah diberi makan, dia mungkin memiliki semacam sakit perut. Jika kita mencurigai adanya gas di perut, coba taruh dia, pegang kakinya, dan gerakkan kakinya dengan gerakan bersepeda yang lembut.

3. Perlu bersendawa

Menyendawakan bayi setelah makan tidak wajib. Tapi jika bayi kita menangis setelah diberi makan, mungkin menyendawa hal yang dia butuhkan. Ketika selesai menyusui, terkadang bisa menyebabkan ketidaknyamanan pada bayi jika udara tidak dilepaskan. Beberapa bayi sangat terganggu dengan memiliki udara di perut mereka, sementara yang lain sepertinya tidak bersendawa tidak masalah.

4. Popok kotor

Beberapa bayi segera memberitahu kita saat mereka merasa ada perubahan didekat mereka.

5. Butuh tidur

Sepertinya bayi yang lelah bisa tidur, kapanpun dan dimana saja. Tapi sebenernya hal itu lebih sulit bagi mereka daripada yang mungkin kita sadari. Alih-alih memejamkan mata dengan mudah, bayi mungkin ribut dan menangis - terutama saat mereka kelelahan.

6. Ingin dipeluk atau digendong

Bayi butuh banyak dipeluk. Mereka suka melihat wajah orang tua mereka, mendengar suara mereka, dan mendengarkan detak jantung mereka, dan bahkan bisa mendeteksi bau unik mereka. Menangis bisa jadi cara mereka meminta untuk dipeluk dekat.

Kitamungkin bertanya-tanya apakah hal ini akan memanjakan bayi kita dengan menggendongnya begitu banyak, tapi selama  tahun pertama kehidupan, bayi sebaiknya lebih sering dipeluk untuk memberikan rasa aman dan nyaman di dunia barunya.

7. Terlalu dingin atau terlalu panas

Jika bayi kita merasa kedinginan, seperti saat kita melepas pakaiannya untuk mengganti popok atau membersihkan bagian bawahnya dengan lap dingin, dia mungkin akan memprotes dengan menangis. Bayi yang baru lahir suka dibungkus dan tetap hangat - tapi tidak terlalu hangat. Bayi cenderung tidak mengeluh karena terlalu panas daripada terlalu dingin, dan mereka tidak akan menangisinya dengan keras.

8. Sesuatu yang menyakitkan dan sulit diperhatikan

Bayi bisa terganggu oleh sesuatu yang sulit dikenali seperti saat disekitar jarinya dibungkus erat. Beberapa bayi juga ekstra sensitif terhadap hal-hal seperti label pakaian atau kain gatal. Dan mereka bisa sangat pemilih (bisa dimengerti) tentang seluk beluk mulai dari posisi mereka, hingga botol yang kita tawarkan.

9. Sakit gigi

Tumbuh gigi bisa menyakitkan karena setiap gigi baru mendorong melalui gusi muda yang lembut. Beberapa bayi menderita lebih banyak daripada yang lain, tapi semua mungkin rewel dan menangis karena tumbuh gigi. Jika bayi kita tampak sakit dan kita tidak yakin mengapa, coba rasakan gusi dengan jari kita. Kita mungkin akan terkejut menemukan bekas gigitan gigi bayi yang sedang tumbuh. (Rata-rata, gigi pertama menerobos antara 4 dan 7 bulan, tapi bisa terjadi lebih awal.)

10. Kelebihan stimulasi

Bayi belajar dari rangsangan dunia di sekitar mereka, tapi terkadang mereka memiliki waktu yang sulit untuk mengolahnya - lampu, kebisingan, diteruskan dari tangan ke tangan. Menangis bisa menjadi cara bayi untuk mengatakan, "Sudah cukup." Jika bayi merasa tidak nyaman atau tidak menyukai sesuatu, coba ke tempat yang sepi dan membiarkan bayi meluangkan waktu sejenak.

11. Ingin lebih banyak stimulasi

Naah bisa jadi juga, seorang bayi menginginkan stimulasi yang lebih, "menuntut" agar bisa bersikap ramah dan bersemangat untuk melihat dunia. Dan seringkali satu-satunya cara untuk menghentikan tangisan dan rewel adalah tetap aktif. Ini bisa melelahkan untuk kita! Coba kenalkan bayi kita dengan menggendongnya menghadap ke depan sehingga dia bisa melihat semua aktivitas di sekitarnya. Rencanakan banyak kegiatan. Nongkrong dengan orang tua lain dengan bayi. Pergilah pada acara reguler ke tempat yang ramah anak-anak, seperti taman bermain lokal, museum anak-anak, atau kebun binatang.

12. Tidak enak badan

Jika kita telah memenuhi semua kebutuhan dasar bayi kita dan menghiburnya dan dia masih menangis, bisa jadi dia merasa ada sesuatu yang kurang nyaman di dirinya. Kita mungkin ingin memeriksa suhu tubuhnya untuk menyingkirkan demam dan waspada terhadap tanda-tanda penyakit lainnya. Tangisan bayi yang sakit cenderung berbeda dari yang disebabkan oleh kelaparan atau frustrasi. Jika tangisan bayi kita tidak terdengar "benar," percayalah naluri kita dan hubungi atau temui dokter.

Apa yang harus dilakukan jika bayi Anda masih menangis? Periksa perut sudah, popok juga bersih,  Tidak demam. Jadi mengapa bayi anda menangis? Bayi punya alasan bagus sendiri. Tapi mereka tidak memiliki kata-kata untuk memberi tahu kita apa yang salah, dan bahkan orang tua yang paling bijaksana pun tidak dapat membaca pikiran bayi mereka. Namun, kita tetap bisa menghibur bayi kita, bahkan jika kita tidak tahu mengapa dia menangis.

Senin, 04 Desember 2017

Apakah aku gagal sebagai ibu?

Menjadi seorang ibu yang bekerja hal yang sulit namun aku percaya, pasti bisa.

Hari ini aku memulai bekerja seharian, tidak lagi setengah hari. Cukup mendadak dan juga seharian sehingga tidak terfikir mencari tempat menitipkan anak. Alhamdulillah pekerjaanku bukan pekerjaan yang mengharuskan aku harus full time ngerjain kerjaan, bisa disambi😳.
Dan ternyata itu menjadi sebuah rasa kegagalanku sebagai ibu.

Belum sampai sejam suami ngedropin aku di tempat bekerja, bayiku yang baru genap 4 bulan tiba-tiba menangis kencang, disusui ia menolak,ditimang-timang, digendong agar ia tidurpun juga tidak mau, dan berbagai macam cara pun dilakukan agar ia tenang. Kerja? Ah sudah tak terfikir.

Muncul berbagai macam teori hasil belajarku di group-group parenting yang menakutiku. Ketakutanku muncul nanti anak ini kalau begini jadinya begini. Kalau begitu jadinya ga bagus, dan lain sebagai hal.
Aku mencoba tenang semampuku. Yah, dari teori yang kudapat kecemasanku bisa menular ke bayiku. Ah belum lunas ketenanganku, sorotan orang-orang dan berbagai macam pendapat yang muncul menyerangku.

Ah, apakah aku bukan ibu yang baik? Gagalkah aku sebagian ibu?

Suamipun tak bisa membantu karena tiba-tiba harus ada rapat. Bayiku masih menangis menjerit. Aku give up dan memilih pulang ke rumah.

Aku benar merasa gagal. Dan berbagai macam teori parenting muncul di kepalaku, menakutiku. Aku takut. Aku panik. Akhirnya setelah berbagai macam drama terjadi, aku dan bayiku tertidur kelelahan sampai sore.

Ah tapi masih belum hilang ketakutanku.
Aku kebanyakan menyerap ilmu parenting, pikirku.
Yah setidaknya itu seperti alasan pembelaan diri dariku.
Aku jadi gampang takut, panik, dan lebih emosi.
Bukankah teori boleh berkomentar, tapi tetap Allah yang Maha Kuasa?

Hanya sekedar curhat. Bukan menyalahkan teori dan keilmuan. Karena diri ini yang masih belum sanggup menerapkan semua teori disebabkan keterbatasan diriku. Bukan juga tentang ibu bekerja dan ibu dirumah.

Kamis, 30 November 2017

Curhatan Emak Baru yang Belum Bisa Sabar

Telepon berdering berkali-kali, sebuah sms masuk, "say lagi bisa ditelpon ga?" (maklum sejak punya anak buat nelpon aja susah karena anak lagi ditimang-timang buat tidur, suami nelpon, dan anak bangun lagi 😩). Kalau sampai nelpon berkali-kali pasti ada sesuatu, ah haruskah suamiku keluar kota lagi? Rasanya baru minggu lalu ia keluar kota, masih terasa beban berat tiap kali ia pergi keluar kota beberapa hari, meninggalkan aku bersama bayi yang belum lulus asi eksklusif 6 bulan.

Ah, rasanya marah, kesal, berat, seharian menemani bayi, dan malamnya harus menemaninya bermain lagi, sementara di sepanjang malam, ada beberapa waktu bangun untuk menyusuinya. Ah sangat berat rasanya.

Terkadang sering sekali aku marah dengan keadaan, dengan anak, dengan suami..

Ah tapi jika pikiranku sedang jernih betapa Allah SWT sudah banyak memberikan pertolongan kepadaku.
Kenapa masih saja aku sulit bersyukur?

Betapa banyak wanita diluar sana yang harus kerepotan mengurus semua urusan rumah tangga dan anak sendirian, tanpa suami mau terlibat, sementara aku? Suami sangat sigap membantu, ia mengurus semua keperluan dirinya sendiri, tidak hanya itu, ia membantu mengerjakan pekerja rumah seperti mencuci, menyetrika, bahkan membantu mengurus bayi usia beberapa minggu itu. Itulah membuat aku ketergantungan. Dari setiap sore, pulang suami bekerja sampai anak tertidur malam, anak dipegang suami. Dan aku? Kadang berberes, namun lebih banyak berleha-leha.
Ah, dengan sebanyak itu bantuannya kepadaku, mengapa aku sangat sering marah ketika ia pulang kerja terlambat? Masih saja mengomel, masih saja menuntut ini itu. Alangkah lebih baiknya aku lebih mengambil sisi kebaikannya itu? Padahal ia bekerja pun demi kami, demi aku.
Ah, semestinya aku harus menempel di depan mataku sebuah hadits...

“ … dan aku melihat neraka maka tidak pernah aku melihat pemandangan seperti ini sama sekali, aku melihat kebanyakan penduduknya adalah kaum wanita. Para shahabat pun bertanya: “Wahai Rasulullah, Mengapa (demikian)?” Beliau menjawab: “Karena kekufuran mereka.” Kemudian mereka bertanya lagi: “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Beliau menjawab:“Mereka kufur (durhaka) terhadap suami-suami mereka, kufur (ingkar) terhadap kebaikan-kebaikannya. Kalaulah engkau berbuat baik kepada salah seorang di antara mereka selama waktu yang panjang kemudian dia melihat sesuatu pada dirimu (yang tidak dia sukai) niscaya dia akan berkata: ‘Aku tidak pernah melihat sedikitpun kebaikan pada dirimu.’ ” (HR. Bukhari dari Ibnu Abbas RA)

Aku harusnya kembali melongo kepada banyaknya pasangan yang sangat ingin memiliki anak, mengorbankan harta, waktu, sementara aku alhamdulillah dapat dikarunia anak yang lengkap, tak kurang sedikitpun. Mengapa aku masih kurang bersyukur? Bukankah kamu yang berdoa sepanjang pagi sampai malam dulu ketika baru beberapa bulan menikah belum juga dikarunia anak? Bukankah aku yang meminta amanah anak itu? Mengapa aku yang paling sering marah? Malah hampir terlintas dipikiranku untuk membunuhnya? Astagfirullah astagfirullah astagfirullah
Ibu macan apa aku? Bagaimana nanti kelak aku bisa mempetanggung jawabkan amanah yang aku minta kepada Rabb-ku ?
Sadarlah wahai diri, wahai emosi yang mendidih, Duhai diri yang dibisiki syaitan untuk marah, Sadarlah! bahwa anak-anakmu bukanlah milikmu, walau engkau telah melahirkan dan menyusui dengan susah payah, tapi tidak lantas hal tersebut menjadikanmu sebagai seorang ibu berhak melakukan apapun pada anak-anaknya! Apalagi memarahi mereka dengan hujan makian dan pukulan. Anak-anakmu merupakan titipan Allah yang suatu saat akan dikembalikan, dan Allah akan meminta pertanggungjawaban kita atas titipanNya. 

Sungguh aku masih harus mengulang-ulang sebuah kata..

"sesungguhnya kita tidak akan benar-benar menghargai mereka sebelum kita benar-benar kehilangan mereka"

Betapa masih banyak alpa diriku sebagai istri dan ibu.
Ketika pikiranku jernih, aku berpikir logis begini.
Namun ketika lelah melanda, sementara bayi masih minta ditemani dan berakhir dengan menangis, kerjaan banyak yang bertumpuk, semua ini terlupa, hanya emosi yang menguasai.
Ah sungguh aku masih harus harus banyak belajar..

La taghdob wa lakal jannah..Jangan marah bagimu surga...

-Dari istri yang masih belajar mengelola emosi
Dari ibu yang masih harus belajar semakin sabar
Dari diri yang masih belajar belajar menahan amarah, sabar, dan syukur-

Pemenang lomba terbaik adalah yang mengalahkan diri sendiri. Ayo belajar lagi!

Selasa, 21 November 2017

Ibu bertanya tentang MPASI part 1

MPASI merupakan makanan PENDAMPING asi, bukan pengganti bukan pelengkap.

Kapan pemberian MPASI?
Saat usia anak 180 hari
Namun terdapat pengecualian yaitu pada anak gagal tumbuh dan tidak tercapai kenaikan berat badan minimal per bulan maka mpasi sudah dapat dimulai dari usia 17 minggu dengan memperhatikan kesiapan fisik dan psikologis bayi dan ini dinilai dokter yang berkompeten.

Pada masa awal MPASI tentu banyak ibu yang masih bertanya-tanya apa yang boleh diberikan dan sebaiknya tidak diberikan ke bayi mereka.

1. Bolehkah memberikan makanan yang digoreng?

Boleh.

Berdasarkan Participants Materials The Community IYCF Counselling Package, UNICEF, Saat MPASI bayi boleh makan makanan yang digoreng atau ditumis pakai minyak.
Tambahkan minyak atau margarin setengah hingga satu sendok teh ke dalam bubur bayi untuk  memperkaya rasa, meningkatkan kandungan energi  kalori bubur, membantu penyerapan vitamin serta supaya makanan mudah ditelan bayi. Minyak yang diberikan bisa minyak apapun yang tersedia di rumah selama minyaknya masih bersih dan bagus bukan minyak bekas menggoreng. Selain itu, minyak juga dapat ditambahkan ketika bubur akan disajikan ke bayi. Namun, tidak perlu ditambah minyak jika makanan sudah ditumis atau digoreng dengan minyak.

2. Bolehkah MPASI sayur dan buah saja?

Pemberian buah dan sayur bewarna, penting sbg sumber vitamin c (VITAMIN C membantu penyerapan zat besi) dan vitamin A, namun penelitian para ahli membuktikan tidak bisa memenuhi kekosongan zat gizi yang diperlukan bayi jika ibu memberikan MPASI hanya dengan buah dan sayuran. Bayi tentu akan rentan mengalami kekurangan gizi dan energi. Buah yang diberikan pun tidak harus banyak dan tidak harus pure karena banyak makan buah bikin bayi sembelit, lebih baik diberikan dalam bentuk Sari buah.

3. Sudah bolehkah bayi diberikan susu sapi?

Susu sapi dan susu dari hewan lain belum boleh menjadi minuman utama bagi bayi di bawah umur 12 bulan karena terkait dengan risiko perdarahan di saluran cerna serta menghambat penyerapan zat besi. Penggunaan susu dan produk susu (keju, yoghurt, dll) dapat diberikan secukupnya hanya sebagai campuran dalam MPASI. Dengan catatan jika bayi tidak sensitif dan alergi.

4. Bolehkah pemberian madu untuk bayi?

Tidak boleh diberikan pada anak di bawah umur 12 bulan karena terkait risiko botulisme akibat adanya Clostridium botulinum yang mencemari madu.

5. Bagaimana dengan pemberian gula dan garam, apakah boleh?

Makanan manis, asin dan berbumbu tajam tidak direkomendasikan, bayi dianjurkan mengenal rasa alami makanan. Dari booklet Unicef, di bubur MPASI sudah boleh ditambahkan sedikit garam beryodium dengan takaran dibatasi sesuai kemampuan tubuh bayi. Garam disini berfungsi sebagai sumber yodium, namun pemakaiannya harus dibatasi secukupnya, jangan sampai berlebihan. Sebaiknya ibu bisa menggunakan bahan makanan sumber yodium lain yang bisa ibu gunakan yaitu sea food, ikan air tawar, rumput laut, susu dan produk turunan susu.

Sumber:
Duniasehat.net
Booklet pemberian makan bayi dan anak UNICEF
MPASI dr. Zuhrah Taufiqa
Complementary feeding WHO

Sabtu, 18 November 2017

Gizi, Pola Makan dan Booster BB Anak

Resume Kulwap Tentang Gizi, Pola Makan dan  Booster BB Anak
Oleh : dr. Zuhrah Taufiqa, M. Biomed

Banyak faktor yang perlu diketahui mengenai pola makan anak yaitu :

*Jadwal, variasi, frekuensi, & porsi ASI/PASI+MAKANAN UTAMA+CEMILAN*

A. JADWAL MAKAN
kunci dalam pemberian makan pada anak adalah disiplin dalam jadwal makan. mungkin sebagian orang beranggapan belum perlu mengatur jadwal makan anak, apalagi banyak yang beralasan kasihan jika anak bangun pagi untuk makan. tetapi, ketika anak telah dibiasakan dg disiplin dalam pola makan, maka metabolisme organ tubuh nya pun akan terbiasa dengan jadwal tersebut sehingga tubuh paham kapan lapar dan kenyang.

Secara umum susunan jadwal makan anak bisa sebagai berikut : ASI/PASI bangun tidur (05/06.00), makan utama pagi(07/08.00), cemilan (10/11.00), makan utama siang (13/14.00), cemilan (16/17.00), makan utama malam (19/20.00), ASI/PASI (21.00). jadi ada 2x pemberian ASI/PASI, 3 x makan utama dan 2 x cemilan sehat.

Untuk jadwal, cb lihat d ig @drfiqa_mpasi / buku saya, sesuaikan dg usia msg msg anak, terkait porsi ASI dan MP ASI anak

B. VARIASI
untuk menu makan utama, usahakan untuk melengkapi semua zat gizi nya, bukan harga yang mahal, tetapi kelengkapan zat gizi yang diutamakan. menu utama terdiri atas :

*KARBOHIDRAT, PROTEIN (NABATI+HEWANI), LEMAK (NABATI/HEWANI), VITAMIN & MINERAL (SAYUR+BUAH)*

Banyak pilihan karbo yang bisa dipilih : nasi, kentang, ubi, jagung dll

Pilihan protein hewani: daging,ikan,ayam, telur (putih telur), seafood,
pilihan protein nabati : kacang-kacangan, tahu, tempe

Pilihan lemak hewani : daging, ikan, ayam, kuning telur, seafood, butter

Pilihan lemak nabati : kacang-kacangan, margarine, minyak

Vitamin dan mineral bisa didapat dari berbagai variasi sayur dab buah, semakin bervariasi maka semakin besar kesempatan anak mendapat jenis vitamin dan mineral.

C. PORSI & FREKUENSI
Panduan porsi makan dan frekuensi makan sesuaikan dg usia yg berarti sesuai kebutuhan anak usia tersebut

untuk frekuensi, berikan asi/pasi saat bangun tidur dan akan tidur di malam hari untuk memaksimalkan asupan makan utama. jika anak mau asi dluar jadwal tersebut silahkan akan tetapi, kewajiban anak untuk makan utama jangan ditinggalkan. karena bagaimanapun jumlah kalori asi/pasi tak kan bisa menyamai kalori dalam sepiring menu utama.

pilhkan cemilan sehat padat gizi, tinggi lemak, karbo dan protein. penambahan lemak, minyak, kaldu, keju disarankan untuk menambah berat badan anak. pelajari tips simple seperti, tumis dahulu bahan sayur dan daging sebelum membuat sup. sehingga dalam seporsi sup akan terkandung lemak dari daging/ayam plus dari minyak yang digunakan untuk menumis.

contoh cemilan : tahu kukus, nugget (cukup dikukus, tanpa d goreng boleh juga), puding susu, alpukat, pisang

pelajari dan berikan cemilan sehat serta tips peningkatan berat badan. pemberian cemilan bisa berupa finger food juga. misal, kentang kukus, apel kukus, nugget kukus.

1⃣Yuli, bogor
Assalamualaykum, anak saya lahir 7 des 2015 bulan ini masuk 23 bulan.
1. Status gizi anak saya di grafik who:
- tinggi dengan umur: pendek untuk anak seusianya
- berat dengan umur: normal
- berat dengan tinggi: normal
- indeks masa tubuh: gizi lebih
Anak saya "picky eater" bu, dan saya lihat dia kesulitan mengunyah karna semua gigi atasnya termasuk gigi geraham karies (anak saya asi), dan berpengaruh kepencernaannya sehingga makanan yg sering dia telan tanpa mengunyah akan keluar lagi bersama feses (mis:kangkung yg masih utuh, wortel, bahkan agar2). Apa yg sebaiknya saya lakukan bu? Mohon sarannya.
2. Melihat tumbuh kembangnya saya merasa dia mengalami gangguan sensori integrasi, tapi tidak speech delay, apakah saya harus ke klinik tumbuh kembang, selama ini terapi rumahan saja.
Terima kasih

🎙Bu Yuli, Bogor
1. Dari status gizi, anak kemungkinan pernah mengalami masalah kekurangan gizi pd suatu waktu shg anak menjadi 'pendek' untuk anak seusianya.
Untuk saat ini, ibu sebaiknya fokus pd tatalaksana pola makan anak, terutama pickey eaternya.

Pickey eater bs tjd krn anak memiliki kesempatan utk memilih makanan.

Solusi :
- konsultasi dg drg anak utk caries nya, shg dpt solusi terbaik.
- berikan anak makanan bervariasi terserah akan abis atw tidak yg penting anak disuguhkan variasi jenis makanan.
- ktika jam snack berikan yg bs menstimulasi mengunyah. Misalnya apel, pir, yg bs digigit.

Intinya, disiplin, konsisten, dalam penerapan variasi makanan, dan jgn paparkan anak dg makanan yg minim variasi alias itu k itu aja.

2. Sebaiknya k dokter anak subspesialis tumbuh kembang anak agar anak dievaluasi secara menyeluruh dan ibu pun bs terbantu memperoleh solusi tepat dalam waktu sesegera mungkin.

↪Boleh ditanggapi ya bu dokter,
terima kasih bu dokter. Selama ini memang saya jadi fokus "yang penting kenyang" maksudnya biar anak tetap makan dan bisa booster bbnya, supaya tingginya bisa bertambah.
Saya sudah konsul ke drg. Cuma menurut drgnya karies anak sering terjadi jadi dibiarkan saja. 😢
🎙Berarti coba perbaiki pola makannya bu. Pickey eater bs disiasati dg pola makan disiplin dan konsisten
Untuk drg. Jika kurang memuaskan, cb cari dokter lain 😊
↪Untuk kasus sensori integrasi tanpa speech delay, dampak setelah anak balita atau remaja apa ya bu?
Konsul k dokter tumbuh kembang anak dulu ya Bu. Agar tidak khawatir berlebihan
↪Mungkinkah kondisi "pendek" tersebut dikarenakan pernah anemia defisiensi besi dimasa lalu?
🎙*Pendek berarti Pernah terjadi kekurangan zat gizi dalam jangka waktu cukup lama (hitungan bulan) yg tak terkoreksi dg baik*
Kekurangan zat gizi yg dimaksud d sini utamanya adalah kurang sumber kalori spt KARBO, PROTEIN dan LEMAK. jd jika kurang ini, anak awalnya akan kurus. Jika tak cepat diperbaiki gizi dg asupan yg cukup, maka nanti anak akan jd pendek. Kurang kalori ini biasanya juga disertai anemia defisiensi besi, tp tidak selalu.

Jika tjd d usia percepatan tumbuh (golden period) bs mempengaruhi kecerdasan.

Tapi faktor kecerdasan g cuma gizi ya, stimulasi jg memegang peran penting.✅

2⃣Bunda admin sy mau menyampaikan pertanyaan..
1. Anak sy usia 15bulan dg BB 9,5kg BB baru lahir 3,5.. Apa kah usia dan bb nya yg sekarang seimbang?
2. Bagaimana pola makan yg bagus untuk anak yg aktif di usia segitu? Dan minta tips nya untuk anak yg susah makan hati ayam+daging merah untuk meningkatkan zat besi nya 😊
(Ade irma bekasi)

🎙Bu Ade Irma, Bekasi
1. Untuk potensi status gizi anak, masih bagus.
2. Utk pola makan gizi seimbang aja Bu.  Utamakan karbo, protein, lemak dan sayur buah sbg sumber vitamin dan mineral. Untuk porsi makan 250ml, 3-4x sehari, dg makanan bervariasi.

Utk hati dan daging, ba dibikin jd bakso, utk resep ada d instagram @drfiqa_mpasi, atw buku, dan web.
Resep makanan lain ada di ig @drfiqa_mpasi atau d link berikut

3⃣Bunda saya mau tanya.
Anak saya baru saja terkena gejala tipes dan keluar dr rumah sakit. Usianya 10m.
Pertanyaan nya bagaimana menaikkan kembali bb si dedek dan meningkatkan makannya karena waktu di RS kemarin si dedek tidak begitu selera makan.
Makasih
(Putri cilegon)

🎙Bu Putri, Cilegon
Peningkatan BB konsepnya adalah peningkatan asupan gizi atau makanan bagi anak. Baik melalui porsi yang cukup atw frekuensi makan lebih sering.

Mulai dg berikan makan yg anak suka. Konsep makan gizi seimbang :
Karbo,protein dan lemak. Berikan jumlah sesuai porsi makan.

4⃣bundaa, sy ayu dari medan.. ikut nanya ya bun, anak sy 14 bulan skrg. makan besarnya itu gapernah bisa banyak bun, pdhl awal suapan selalu lahap :( pernh saya takar, paling habis seperempat mangkuk saja. diberi cemilan jg gitu, baru beberapa udah ditinggal pergi atau kalo dihidangkan di meja high chair bakal dilempar2. sudah segala daya upaya dan variasi makanan trmasuk sy ikut makan di sebelahnya sy lakukan bun tp tetap begitu 😭 prnah sy coba seringkan frekuensi makan tp dia malah gtm bun, empet kali yah disodorin makan melulu 😢 apa bs jd ada gangguan klinis ya bun? kemana arah kecurigaan kalo memang iya? Sempat suspect adb jg memang dok, HB 11, tp skrg sdg suplemen jg. sy pernah baca ttg dispepsia, apa ada tanda2 kesana bun? krn hampir setiap tidur malam memang dia beberapa kali menjerit smbil menggeliat lalu kemudian buang angin. atau kemungkinan isk? anak sy jg pernah di frenotomy, apa ada pengaruhnya? sy beberapa kali menanyakan soal ini ke brbagai dsa tp belum mendapat tanggapan serius. padahal bb anak sy stagnan berbulan-bulan 😭 terimakasih banyak bunda dokterrr maaf panjang.

🎙Bu Ayu dari Medan

*Datangi dokter, dan berkonsultasilah selengkap dan sejelas jelasnya*

Tuntaskan ADB anak, bentuk kembali POLA makan anak

5⃣Assalamualaikum, bun sy mau tanya
1. Bgmn tips utk menaikan berat badan balita n tips utk menambah nafsu makan anak
2. Bgmn mengatasi anak yg mau makannya hanya satu jenis makanan, sdh pernah dicoba fariasi tp tetep maunya itu2 lagi
Tks.

nyaim, jakarta, (4 thn, 1.5thn, 1bln)

🎙Bu Nyaim Jakarta,

6⃣Sy mau tanya tapi anak sy 3y, 5y, 8y, 10y keluarga n temen2 suka bilang anak2 bunda kurus2 sy agak tersinggung jg sih tp kalo kyk keluarga inti krn tau anak2 sy makannya rutin n bnyk porsinya jd g terllu mmpermasLhkan

Hana 10y:145cm
Amira 8y:130cm
RaihN 5y:105cm
Pasha 3y: 95cm

Normal g yah😬bbnya
Hana:30kg
Amira:20kg
Raihan 15kg
Pasha 12kg

👍inti pertanyaan sy sih klo numbuhnya cuma ke atas aj msh normal ga tumbangnya anak2☺
(Bunda hana, jambi)

🎙Bunda Hana, Jambi,

Idealnya utk status gizi harus diperiksa langsung y bu. Hasil berikut hanya GARIS BESAR nya saja

Pasha =
Untuk BB anak kurang dan tergolong kurus

Raihan =
Untuk BB anak kurang, anak tergolong kurus dan pendek

Amira =
Anak BB kurang dan tergolong kurus

Hana =
Anak status gizi baik, dan TB baik✅

7⃣Mba nanya ya
Itu yang perhitungan BB optimal 3x BBlahir untuk usia berapa ya?
Nur cahya
Depok
Usia anak 3 tahun & 2 tahun

🎙Bu Nur Cahya, Depok
BB optimal 3x berat badan lahir merupakan Perhitungan untuk anak usia 1 tahun✅

8⃣Assalamu'alaikum bunda arifah... Mau titip pertanyaan yaaa

1. Bagaimanakah pertimbangan pemberian makanan anak dengan ADHD? Apakah sama dg anak lainnya?
2. Bagaimana memberikan MPASI untuk bayi dengan alergi protein hewani? Apakah cukup dengan menambah porsi protein nabatinya? Atau harus dengan suplemen zat besi dan B12?

Bunda Dias, Bandung
Anak yg pertama (ADHD), usia 3 tahun 3 bulan
Anak kedua (alergi protein hewani), 5 bulan 3 minggu.

🎙Bunda Dias, Bandung
1. Anak ADHD secara umum panduan asupan makan tetap mengacu pd pola makan gizi seimbang

Yg sangat berpengaruh biasanya adalah makanan kemasan yg punya kandungan bahan tambahan pangan (BTP) yg banyak (misal, pengawet, penyedap, dll) dan makanan manis atw kandungan gula tinggi.

Makanan bergula ini maksudnya makanan tinggi karbo juga. Misal, nasi kalau terlalu banyak jg bs memicu hiperaktif. Atw buah terlalu banyak jg tidak baik.
Jd komposisi makanan gizi seimbang, sangat penting bagi semua anak terutama anak dg ADHD atw kebutuhn khusus lainnya.
2. Anak alergi protein apa saja?harus tahu detail

Apa saja bahan makanan  yg memicu alergi. Jd d ketahui dulu apa saja protein hewani yg memicu alergi. Baru dpantang. Jadi jangan semua dipantang. Utk ini berkonsultasilah dg dokter anak. Agar ada panduan lengkap asupan gizi anak. Bagaimanapun protein nabati tidak bs menandingi asam amino d hewani.
Jd kolaborasi hewani dan nabati lah yg akan menyemprnakan asupan asam amino esensial anak.
Kandungan protein hewani dan nabati bukan hanya soal zat besi. Tp asam amino esensial yg PENTING utk pertumbuhan anak.

Suplemen hanyalah suplemen. Tak bs menggantikan atw memadai jika dbandingan protein.
Kandungan protein hewani dan nabati bukan hanya soal zat besi. Tp asam amino esensial yg PENTING utk pertumbuhan anak.
Suplemen hanyalah suplemen. Tak bs menggantikan atw memadai jika dbandingan protein.
😆😆😆
↪Dokter, saya Bunda Dias. Untuk alergi anak sejauh ini yg teramati kalau saya makan yg mengandung protein hewani dan turunannya langsung muncul reaksi alergi. Apapun itu. Ayam, sapi, kambing, domba, ikan tawar, ikan laut, telur ayam, bahkan rumput laut pun.
↩Sudah cek alergi? Sudah konsul DSA? sangat jarang ada yg alergi SEMUA PRODUK HEWANI
↪Sudah bun, dokter kulit juga gitu...
Mau tes alergi kata dokter kulitnya blm memenuhi syarat, tp saya lupa menanyakan syarat apa yg blm terpenuhi.Sejauh ini dibilangnya alergi protein hewani
↩Nah, tempuh jalur tes alergi.

Atw jika ibu ingin cek sndiri d rumah, berikan makanan tsb satu per satu setelah gejala alergi hilang TUNTAS.
↪Padahal masih full asi
↩Apalagi full asi. Biasanya, makanan ibu yg berpengaruh. Sangat besar peluang tjd Bias dalam menilai  apa benar *semua produk hewani?*
↩Tapi jadinya sejauh ini saya hindari konsumsi protein hewani dan ga ada alergi. Kalau coba sedikit saja (saya yg makan), anak langsung alergi
↩Jgn kwtir, seiring pertambahan usia daya tahan tubuh anak akan berkembang. Jd ttp cobakan aneka makanna saat nanti anak MP ASI✅

9⃣Iva*bogor*5bulan
Tepung gasol baguskah buat MPASI?

🎙Bu Iva, Bogor
Tepung gasol, merupakan bahan makanan bertekstur halus. Jd, jika ibu ingin memberikan, mungkin hanya utk 7 hari awal, dan harus dikombinasi dg makanan lain.

Knp hanya di awal? Krn teksturnya halus. Jd jika diberikan trlalu lama akan mempersulit anak utk naik tekstur

Knp harus ditambah padu padan dg bahan makanan lain? Krn konsep nya makanan anak harus mengandung gizi seimbang, yg terdiri dari karbo, protein, lemak sbg sumber energi, dan sayur buah sbg sumber vitamin dan mineral✅

1⃣0⃣Aslm..mbak arifah mau tanya bwt kulwap yak..
1.Anak saya usia 2 th 2 bln BB nya hanya 10 kg ..makan padahal lumayan banyak.ngemil juga mau.kenapa susah naik ya BB n?
2. Ciri anak kekurangan zat besi bagaimana y ? Perlukah di beri obat penambah zat besi ?
(Asri bogor)

🎙Bu Asri, Bogor
1. BB anak adalah hasil asupan makanan anak dikurangi energi yg dipakai anak utk pertumbuhan dan aktivitas  harian anak.

Untuk hal ini Harus dievaluasi kembali bu, apa saja asupan makanan harian anak, cemilan anak, dll. Panduan nya cb dilihat di panduan makan anak utk usia >12 bulan. Makan utama 3-4x/hari dg porsi 250cc dan cemilan padat gizi.

Cek juga kadar hemoglobin anak utk zat besi.
2. Untuk tahu anak kekurangan zat besi hanya dg cek kadar hemoglobin.
(Gambar terlampir)✅

1⃣1⃣Bismiilah bu. Saya susi. Asli riau. Tinggal ditangerang. Mau bertanya. Anak saya umur 3.7bulan. Susah sekali makan..
Hanya mau minum susu SGM. N jajan biskuit...

🎙Bu Susi, Riau

Anak susah makan dan hanya mau susu dan biskuit. Solusi :

*Batasi susu dan hilangkan biskuit dr daftar makanan anak
Disiplin dan konsisten utk jadwal makan anak, bentuk kembali *POLA MAKAN ANAK*✅

1⃣2⃣Rinda. Bekasi. Anak saya perempuan umur 2 tahun BBnya 10kg.. anak sy tergolong susah makan, minum susunya pun tdk banyak.. bagaimana ya cara menambah BB nya itu? Sdh cb vitamin penambah nafsu makan tp tidak mempan.. pediasure pun tdk berefek pada BBnya.. jd sbaiknya bagaimana ya?
🎙Bu Rinda, Bekasi

*Bentuk POLA MAKAN ANAK, disiplin dan konsisten. Suplemen atw vitamin tidak akan byk membantu jika makan anak tidak cukup*

Jika ibu kwtir anak ada penyakir, silahkan periksakan hemoglobin anak utk tahu anak defisiensi zat besi atw tidak.

Makan utama yg terdiri dr karbo, protein, dan lemak itu ibarat BENSIN, sedangkan vitamin mineral dr sayur buah ibarat OLI. Kendaraan butuh Bensin utk bergerak dan oli utk mempermulus laju kendaraan✅

1⃣3⃣Silvia. Bogor.
Anak saya pas 2th hari ini.
Sebulan ini makannya lumayan susah.
Memang biasa nya jga termasuk anak yg kurang lahap makannya.
Ga pernah full bisa makan 3x sehari.
Tapi alhamdulillah sehat. BB nya emang cuma 11kg an sih. Tapi Lincah. Sudah bisa komunikasi. Mengikuti perintah.
Kadang saya santai saja, walau dia susah makan. Selama saya sudah berusaha ngasih makanan yang terbaik. Mulai dari karbo, ikan, dan buah.
Saya jga jarang kasih cemilan instan, biar dia mau makan. Tapi dia jga memang kurang tertarik dgn makanan instan.
Mah tanya. Seberapa jauh kita harus khawatir akan kondisi anak yang sulit makan? Karena menurut saya asal anak itu sehat dan lincah kita tidak perlu khawatir. Mohon pencerahannya. Terima kasih.

🎙Bu Silvia, Bogor

Baca dan pahami isi Link ini.

Kurus dan Lincah itu dua Hal BERBEDA

https://www.klinikmylovelychild.com/berita/anak-kurus-tapi-lincah.post✅

Sumber: group bedah buku parenting

Jumat, 17 November 2017

Sebuah rasa

Rasa bperdasarkan kamus besar bahasa Indonesia adalah tanggapan indra terhadap rangsangan saraf, apa yang dialami oleh badan, dan juga dapat berbentuk tanggapan hati terhadap sesuatu.

~Kita tak pernah tau 'rasa' sebenarnya ketika kita belum pernah mencicipi berada di rasa/keadaan/posisi tersebut~

Seorang ibu dan putra kecilnya yang yatim serta setumpuk barang yang harus mereka bawa pulang ke kota, berdiri menunggu kendaraan umum yang lewat, maklum transportasi online belum mewarnai daerah tersebut, cukup lama mereka menunggu, beberapa kali kawan sang ibu lewat berlalu membawa kendaraan yang tujuannya sama dengan sang ibu, namun belum ada yang ingin memberikan tumpangan. Sang putra mulai gelisah dan menanyakan cara mereka pulang ke kota, sang ibu hanya menjawab "Allah yang akan menolong kita dan membawa kita pulang, nak."
Sebuah rasa yang disembunyikan sang ibu..
Sebagai orang tua yang sudah semakin menua berjuang sendiri untuk anak-anaknya, keluarganya.

Sebuah group ramai membicarakan sebuah profesional profesi.. Ada cerita kepuasan namun lebih banyak cerita kekecewaan dan keluhan.. Sebagai group isinya ibu-ibu tentulah tertuang berbagai macam rasa..

Sore itu, seorang bapak mencari istrinya karena habis bertengkar, menceritakan semua apa yang dirasakan
Kepada teman istrinya di bengkel, sampai semua orang dapat mengetahui kisah rumah tangganya.. Ntah apa yang akan dirasa istrinya jika tahu, semakin murung atau semakin murka?

Ah, rasa.
Berbagai macam bentuknya, berbagai macam warnanya, berbagai macam tanggapannya..
Ah, rasa.
Kita tak pernah bisa menghakimi sebuah rasa.
Bijaksanalah mengelola sebuah rasa.
Pun sebuah rasa cinta, amarah, kecewa, simpati, dan rasa rasa lainnya..
Karena kita tak berada di posisi itu.
Bijaksanalah..
Berpikir positiflah..
Menebarlah kebaikan sebanyak mungkin 😊